BERITAPOPULER.CO.ID, SUKABUMI– Joget Sadbor yang dilakukan oleh warga Sukabumi tengah viral dan menjadi perhatian warganet.
Platform TikTok menjadi media bagi masyarakat untuk berbagai hiburan, edukasi, hingga mencari rezeki.
Seperti yang dilakukan warga Margasari, Sukabumi, Jawa Barat. Mereka yang memanfaatkan fitur TikTok Live untuk berjoget ala “ayam patuk” demi mendapatkan saweran yang dapat ditukar dengan uang tunai.
Akun TikTok @sadbor86 milik Gunawan, yang dulunya bekerja sebagai tukang jahit keliling, kini dikenal luas dengan ciri khas joget bersama timnya.
Sejak pertama kali mencoba berjoget sambil live, Gunawan tidak menyangka aksi tersebut akan sukses dan menarik banyak penonton.
“Awalnya di Jakarta jadi tukang jahit keliling, sambil live kok ada yang sawer, jadi coba joget-joget, lama-lama fokus di joget Sadbor,” kata Gunawan dalam sebuah wawancara, Jumat (25/10/2024).
Gunawan dan timnya, yang bisa lebih dari 10 orang saat live, kini memiliki lebih dari 635 ribu pengikut dan total 8,7 juta likes di TikTok.
Setiap penghasilan dari saweran live streaming tersebut dibagi: 20% untuk Gunawan, sisanya dibagikan kepada yang ikut berjoget.
Dengan bermodalkan HP, tripod, dan kuota internet, Gunawan bahkan bisa merenovasi rumahnya hingga menjadi dua lantai.
Selain itu, penghasilan dari live streaming membantu membayar utang yang sebelumnya digunakan untuk perawatan ibunya yang sakit stroke.
Istri Gunawan, Neneng, turut merasa bersyukur karena hasil dari TikTok ini bisa membiayai kebutuhan sehari-hari dan menutup utang.
“Buat jajan anak-anak, alhamdulillah cukup,” ujar Neneng.
Dilansir dari Kompas.com Salah satu warga Desa Bojongkembar, Kokon (54), mengatakan, dia tertarik dengan bergabung menjadi “karyawan” Gunawan karena pendapatan yang lebih besar dibanding saat dia menjadi kuli bangunan.
Kokon yang juga ketua RT di Desa Bojongkembar mengatakan, dia bisa berjoget hingga tujuh jam dalam sehari sambil live Tiktok. Sudah setahun lebih aktivitas itu Kokon jalani.
“Per hari bisa dapat Rp 200.000-Rp 300.000. Kalau sebulan hampir dapat Rp 6 juta -Rp 7 juta. Uangnya ya buat kebutuhan sehari-hari, alhamdulillah bisa kebeli motor,” kata Kokon kepada Kompas.com saat ditemui di Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (24/10/2024) sore. (*)








