Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Daerah

PC PMII Denpasar Gelar Nobar Film Pesta Babi, Soroti Dampak Pembangunan di Papua Selatan

×

PC PMII Denpasar Gelar Nobar Film Pesta Babi, Soroti Dampak Pembangunan di Papua Selatan

Sebarkan artikel ini

Beritapopuler.co.id, Denpasar – Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Denpasar menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Dakara Cafe, Denpasar Barat, Jumat (15/5/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta itu menjadi ruang diskusi sekaligus refleksi atas kondisi masyarakat adat di Papua Selatan yang terdampak proyek strategis nasional.

Melalui film tersebut, peserta diajak melihat bagaimana ekspansi pembangunan perlahan mengurangi kawasan hutan yang selama ini menjadi ruang hidup masyarakat adat. Hilangnya hutan dinilai tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam sumber penghidupan dan identitas sosial masyarakat setempat.

Ketua Bidang Eksternal PC PMII Denpasar, Ahmad Nur Alfin Syaifullah, mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sosial kader PMII terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Papua Selatan.

Menurut dia, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton atas berbagai persoalan sosial, tetapi juga harus memiliki keberpihakan terhadap masyarakat yang terdampak ketidakadilan.

“Sebagai kader pergerakan, PMII harus berani bersuara ketika melihat fenomena sosial yang merugikan masyarakat, baik yang terjadi di sekitar kita maupun di daerah lain di Indonesia,” ujar Ahmad.

Dalam diskusi tersebut, PC PMII Denpasar juga menyoroti pembubaran sejumlah forum diskusi dan nobar film Pesta Babi di Bali yang sebelumnya dilakukan aparat. Ketua Biro Advokasi dan Jaringan PC PMII Denpasar, Angger Bayu Pamungkas, menilai tindakan itu mencederai hak masyarakat untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat.

Menurut Angger, ruang diskusi kritis seharusnya tetap dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.

“Diskusi dan penyampaian pendapat adalah hak warga negara yang dijamin undang-undang. Ruang-ruang seperti ini seharusnya tidak dibungkam,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, PC PMII Denpasar berharap mahasiswa semakin peka terhadap isu kemanusiaan dan tetap menjaga ruang diskusi publik agar masyarakat dapat memahami berbagai persoalan sosial secara lebih terbuka dan kritis.

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: