BERITAPOPULER.CO.ID, SEMARANG– Sebuah tangkapan layar percakapan yang diduga menjadi bukti adanya perundungan atau bullying terhadap dokter residen atau mahasiswa peserta PPDS Anestesi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berinisial dr Aulia Risma viral di media sosial.
Dugaan percakapan dokter residen dr Aulia Risma itu viral melalui cuitan akun media sosial X (dulu Twitter), @bambangsuling11.
Akun ini mengunggah beberapa tangkapan layar yang berisikan curhatan almarhumah dr Aulia Risma mendapat perundungan saat menjadi mahasiswa PPDS Anestesi Undip.
“Secuil kelakuan senior PPDS Anestesi FK Undip. Dan tanpa merasa bersalah mereka masih nyari pembenaran dan pembelaan, termasuk ke IDI,” cuit akun tersebut dikutip beritapopuler.co.id, Rabu (4/9/2024).
Sedangkan berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan akun @bambangsuling11. Salah satu perundungan yang dialami almarhumah dr Aulia Risma yaitu dia dimarahi oleh senior hanya gara-gara terlambat membelikan kopi.

Selanjutnya, almarhumah dr Aulia Risma juga disuruh menanggung pembayaran SPP lima orang seniornya.
Dalam bukti percakapan itu, disebutkan bahwa dari lima orang seniornya itu, yang mengganti uang dr Aulia Risma hanya satu orang. Bahkan ada satu orang biaya menggarap thesisnya sebanyak 25 juta rupiah.
“Gila bayarin SPP senior dan GA DIGANTI DUITNYA!!!” tulisnya.

Bahkan ketika almarhumah minta izin despensasi karena sakit punggung, almarhumah dr Aulia Risma justru dimaki-maki oleh senior dengan kata-kata kasar.
“Minta dispensasi karena cedera punggung dibilang tukang ngaduan,” tulisnya dalam gambar tersebut.

“Dari awal almrhm masuk PPDS 2022 ngerjain hal-hal di luar pelayanan pasien sampai mengalami cedera punggung sampai operasi Agustus 2023,” ungkapnya dalam gambar lain. (*)








