Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Daerah

Polisi Marah-marah Ancam Karyawan Toko: Ku Tembak Kau

×

Polisi Marah-marah Ancam Karyawan Toko: Ku Tembak Kau

Sebarkan artikel ini

BERITAPOPULER.CO.ID, TEBING TINGGI– Viral di media sosial, seorang pria berbadan tegap marah-marah dan mengancam akan menembak karyawan sebuah toko.

Peristiwa itu dijelaskan terjadi di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, pada Senin, 16 Desember 2024.

Dilansir dari akun X @Heraloebss, dalam video yang beredar dijelaskan, mulanya datang seorang wanita berpakaian dinas pemerintahan akan membeli lampu natal.

Tak lama, muncul pria berbaju hitam menanyakan KTP karyawan pemilik toko tersebut. Lantas, karyawan toko itu pun balik bertanya.

“Buat apa nanya KTP saya?,” jawab karyawan toko tersebut.

Pria berbaju hitam itu pun lalu menimpali dan menuding karyawan tersebut memarahinya.

“Kok marah-marah kau,” ucap pria berbaju hitam itu.

“Marahlah, kok nanya-nanya KTP,” timpal karyawan itu lagi.

Tiba-tiba saja, pria berbaju hitam itu langsung marah dan mengancam akan menembak karyawan toko tersebut.

“Kutembak kau,” kata pria berbaju hitam tersebut.

Belakangan diketahui, pria berbaju hitam yang mengancam akan menembak karyawan toko merupakan oknum polisi berinisial RS yang bertugas di Samapta, Polres Serdang Bedagai.

Hal ini dibenarkan Kasi Humas Polres Tebing Tinggi, Iptu Mulyono.

Mulyono menerangkan, oknum polisi tersebut sudah dalam pemeriksaan, dan pengawasan oleh Propam Polres Serdang Bedagai.

“Sehubungan personil polisi tersebut, bertugas di Polres Serdang Bedagai,” sambungnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi menambahkan, oknum polisi tersebut ternyata tidak lolos psikologi untuk dibekali senjata api (senpi).

“Dia tidak punya dan tidak pinjam pakai senpi, karena memang tidak lulus psikologi,” tegasnya.

Di lain sisi, aksi mengancam RS pada karyawan toko itu berakhir damai, setelah dilakukan mediasi oleh Propam Polres Tebing Tinggi.

“Permasalahan tersebut adalah kesalahpahaman, dan kami sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan berdamai secara kekeluargaan,” tutur RS dikutip dari akun Instagram @sihumaspolressergai.

Meski berujung damai, publik nampaknya masih mengencam aksi mengancam yang dilakukan oknum polisi tersebut.

“Makin banyak orang gila di instansi itu ya, miris,” tulis akun X @ikankokxxx.

“Stop penggunaan kata oknum. Anggota itu, bukan oknum, oknum itu polisi yang jujur, baik hati, gercep bantu masyarakat, itu baru oknum, jarang ada. Kalau kasus kaya gini tuh anggota, banyak yang kaya gini, bukan oknum!,” tulis akun X @adiovlxxx.

“Lembaganya bermasalah tapi kita masih di suruh buat SKCK di kantornya dia,” tulis akun X @Mr_Grexxx. (*)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: