Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Populer

Pelindungan dan Pemulihan Museum Bagawanta Bhari Kediri Pasca Aksi Unjuk Rasa Dipastikan oleh Kementerian Kebudayaan

×

Pelindungan dan Pemulihan Museum Bagawanta Bhari Kediri Pasca Aksi Unjuk Rasa Dipastikan oleh Kementerian Kebudayaan

Sebarkan artikel ini
Perlindungan dan Pemulihan Museum Bagawanta Bhari Kediri (FOTO; dok. Kemenbud)

BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA – Menyikapi berbagai unjuk rasa yang terjadi belakangan ini, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyesalkan tindakan anarkis dan perusakan yang dilakukan pihak-pihak tak bertanggung jawab, terutama terhadap bangunan cagar budaya dan museum. Meski demikian, kementerian tetap menjunjung tinggi penyampaian aspirasi secara demokratis sebagai bagian dari hak konstitusional setiap warga negara.

Atas insiden yang menimpa Museum Bagawanta Bhari Kediri pada Sabtu (30/8) malam akibat aksi unjuk rasa, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam. Museum Bagawanta Bhari, sebagai salah satu situs penting pelestarian sejarah dan budaya di Kediri, menjadi bagian dari upaya bangsa dalam menjaga identitas, warisan, serta memberikan edukasi budaya bagi generasi mendatang.

Museum bukan hanya ruang koleksi benda bersejarah, tetapi juga simbol memori kolektif masyarakat, tegas Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Oleh sebab itu, segala bentuk gangguan dan vandalisme terhadap museum adalah kerugian besar bagi bangsa.

“Kementerian Kebudayaan sangat menyesalkan insiden yang terjadi. Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pengelola museum untuk memastikan keamanan dan perlindungan koleksi. Langkah-langkah pemulihan segera dilakukan,” ujar Fadli Zon. dikutip dari laman resmi Kemenbud pada hari Selasa (2/9/2025)

Sejumlah koleksi dari Museum Bagawanta Bhari Kediri mengalami kerusakan dan kehilangan dalam insiden tersebut. Koleksi penting yang hilang antara lain Kepala Ganesha, Koleksi Wastra (kain batik), serta buku-buku lama, sementara miniatur lumbung mengalami kerusakan parah. Adapun beberapa koleksi lain, seperti arca Bodhisatwa dan bata berinskripsi mantra-mantra, berhasil diselamatkan oleh Juru Pelihara Kementerian Kebudayaan.

Untuk memastikan Museum Bagawanta Bhari Kediri dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai ruang pembelajaran, wisata budaya, dan pelestarian budaya, Kementerian Kebudayaan akan terus memantau perkembangannya.

“Saya menghimbau kepada pihak yang telah mengambil beberapa koleksi penting tersebut untuk segera bisa mengembalikan dan menyerahkan koleksi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI atau kepada pihak Museum Bagawanta Bhari Kediri,” ungkap Fadli Zon

Selain itu, kami juga menyesalkan sedalam-dalamnya atas pembakaran terhadap beberapa Gedung Cagar Budaya lainnya yang terdampak di antaranya:

  1. Gedung Cagar Budaya peringkat Provinsi Jawa Timur ini, yakni Gedung Grahadi Surabaya, merupakan Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur. Bagian utama Gedung dibangun pada tahun 1795 dengan gaya arsitektur yang khas. Adapun bagian yang terbakar berada di sisi barat pada bagian depan.
  2. Berada di Jalan Diponegoro No 20, Gedung Cagar Budaya tingkat Kota Bandung ini merupakan bagian dari kompleks hunian pejabat kolonial Belanda yang dibangun sekitar tahun 1920-an dengan gaya arsitektur indische empire yang unik. Hingga awal tahun 2000-an, bangunan ini pernah difungsikan sebagai rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Barat.

Seluruh elemen masyarakat diimbau oleh Kementerian Kebudayaan untuk menjaga museum dan cagar budaya sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai budaya dan peradaban. Museum merupakan milik kita bersama yang menghimpun perjalanan panjang sejarah budaya bangsa. Sudah sepatutnya semua pihak merawat, menjaga, dan menghormatinya.

“Mari kita jaga museum dan cagar budaya yang ada di tempat kita masing-masing agar tetap lestari, karena ini merupakan simbol kemajuan peradaban bangsa,” tutup Menbud Fadli Zon. (rla)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: