BERITAPOPULER.CO.ID, INDRAMAYU– Video calon bupati Indramayu nomor urut 3, Nina Agustina, marah-marah kepada warga viral di media sosial.
Nina merasa dihadang oleh pendukung Lucky Hakim, kandidat lainnya. Ia bahkan menyebut nama ayahnya yang juga mantan Kepala Polri, Da’i Bachtiar.
Dalam video di medsos, sejumlah warga di pinggir jalan meneriakkan nomor 2 ketika rombongan kendaraan Nina melintas di Kecamatan Sukra, Indramayu, Jawa Barat. Di area itu terlihat baliho calon bupati dan wakil bupati Indramayu nomor urut 2, Lucky Hakim-Syaefudin.
Mobil Nina yang dikawal polisi kemudian berhenti. Ia dan rombongannya turun dan menghampiri sekelompok warga itu.
Nina sempat menenangkan sejumlah pendukungnya yang marah. Petahana ini merasa dicegat oleh para pendukung Lucky meski melintas baik-baik. Nina pun beradu mulut dengan seorang warga yang mengenakan topi.
”Kamu KTP (kartu tanda penduduk)-nya mana? Saya anaknya Da’i Bachtiar. Saya membangun Indramayu. Kenapa kamu mencegat saya seperti ini,” ungkapnya. Da’i Bachtiar adalah mantan Kepala Polri 2001-2005.
Dalam video tersebut, calon bupati petahana itu tampak berusaha meredam amarah pendukungnya yang terpancing emosinya.
“Sudah, ini urusan saya. Kalian tolong mundur semua, ini urusan saya,” teriak Nina kepada para pendukungnya.
Nina juga berencana meminta petugas kepolisian untuk segera menangkap dan menindak oknum yang mencoba menghalangi kampanyenya di Kecamatan Sukra.
“Saya minta kapolsek ke sini, telepon kapolsek. Saya lewat baik-baik di sini. Kalau Anda merasa susah dengan saya sebagai bupati, saya yang bertanggung jawab. Saya akan telepon kapolres saya dicegat sama orangnya Lucky Hakim,” ujar Nina.
“Saya lewat baik-baik, kenapa kamu mencegat saya? Semuanya tadi mengacungkan jari angka dua, ngapain?” imbuhnya.
Rekaman kejadian pada Jumat (1/11/2024) sore itu pun viral di medsos dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, hingga Senin (4/11/2024) pagi, kata kunci ”Da’i Bachtiar” masuk dalam jajaran topik tren di medsos platform X dengan lebih dari 11.500 unggahan. Kata ”Indramayu” juga ikut viral.
Setelah video itu viral, Nina kemudian memberikan klarifikasi. Saat itu, Nina mengaku ketika melintas bersama rombongan di depannya terdapat motor yang berjajar.
Beberapa warga yang mengenakan kaos putih sudah terlihat mengacungkan dua jari. Dia memutuskan berhenti dan membawa nama ayahnya, karena tidak ingin terjadi gangguan kondusivitas.
“Saya bilang, saya anaknya Da’i Bachtiar, saya bukan orang sembarangan, saya masih Bupati Indramayu. Saya tidak mau kalau di situ terjadi apa-apa, atau masyarakat diajak dan terprovokasi,” kata Nina.
Nina menduga ada keterlibatan Lucky Hakim dalam pengadangan itu. Dalam kesempatan yang sama, Nina meminta Lucky untuk bertemu.
“Jika Anda punya masalah pribadi, ayo selesaikan ketemu sama saya, jangan hancurkan Indramayu dan jangan memprovokasi masyarakat,” kata dia.
Terpisah, Lucky Hakim pun memberikan respons melalui Instagram pribadinya. Pria yang sebelumnya dikenal sebagai artis itu menegaskan tidak tahu menahu mengenai aksi pengadangan, sekaligus membantah adanya pengadangan maupun provokasi.
Klarifikasi disampaikan Lucky karena namanya disebut beberapa kali dalam video viral. Dia menyayangkan Nina yang memarahi warga. Bagi dia, warga tersebut salah paham, mengira rombongan yang melintas adalah rombongan Lucky Hakim.
Di sisi lain, Lucky menyayangkan sikap Nina dan rombongan yang memarahi warga. Tugas seorang pemimpin adalah melayani dan mengayomi.
“Menurut saya (dugaan pengadangan rombongan Nina) itu tidak mungkin, karena rombongan bupati itu dikawal oleh patwal polisi, jadi tidak mungkin dicegat oleh warga,” jelas Lucky.
“Ingat, pejabat itu dibayar oleh keringatnya rakyat. Bupati itukan digaji oleh rakyat, jadi orang yang sedang dimarah-marahi itu adalah orang yang menggaji bupati tersebut,” tegas Lucky. (*)








