BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA – Keterlibatan TNI dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai penting untuk memperkuat pelaksanaan di lapangan. Program yang menjadi salah satu prioritas Presiden RI Prabowo Subianto itu belakangan mendapat sorotan karena sejumlah persoalan, mulai dari kasus keracunan pada siswa penerima manfaat, tunggakan pembayaran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga perdebatan mengenai kehalalan bahan bakunya.
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menilai TNI memiliki peran strategis dalam memastikan keberhasilan program. Menurutnya, arahan negara agar TNI ikut mengawal MBG merupakan langkah tepat untuk meminimalisasi berbagai hambatan yang muncul.
“Saya rasa TNI juga ikut diperbantukan dalam rangka suksesi BGN dalam program MBG. Tentu ini sangat baik sekali. Kolaborasi ini sangat penting karena deteksi masalah dari sebuah ketidakbagusan atau eror atau bahkan keracunan ini perlu kolaborasi dari seluruh stakeholders yang ada tidak terkecuali TNI,” jelas Oleh Soleh dikutip dari laman resmi dpr Rabu (8/10/25).
Sementara itu, Junico Siahaan, anggota Komisi I DPR RI lainnya, mengingatkan bahwa MBG bukan merupakan tugas pokok TNI. Meski demikian, ia percaya institusi tersebut mampu memberikan dukungan penuh demi kepentingan bangsa.
“Itu memang bukan tupoksinya, tapi mereka akan maksimal. Mereka bisa memberikan nuansa bahwa ‘kami ikut memantau loh, jadi jangan mengurangi kualitas’ yang akan berakibat pada makanan yang tidak sehat dan tidak segar bahkan basi,” ungkap Anggota Komisi I DPR RI.
Dukungan serupa ditegaskan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang memastikan institusinya siap mengawal dan mempercepat realisasi MBG hingga ke pelosok negeri.
Hingga kini, TNI tercatat telah mengoperasikan 88 dapur SPPG. Sebanyak 33 ribu personel juga sudah dibekali pelatihan khusus untuk mengelola dapur tersebut dengan standar tinggi, terutama dari sisi higienitas dan keamanan pangan. (IAN)








