Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Daerah

Siswa Meninggal Dilempar Kayu Berpaku oleh Guru, Polisi: Paku Nancap di Kepala

×

Siswa Meninggal Dilempar Kayu Berpaku oleh Guru, Polisi: Paku Nancap di Kepala

Sebarkan artikel ini

BERITAPOPULER.CO.ID, BLITAR- Seorang siswa madrasah sanawiah (MTs) berinisial KAF (14 tahun) di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dikabarkan tewas setelah dilempar sebatang kayu yang ada pakunya oleh guru mengajinya. 

Korban tewas setelah paku di kayu tersebut menancap di kepala korban hingga menyebabkan luka dan pendarahan hebat.

Dilansir dari Kumparan.com, salah seorang pengajar di pesantren tersebut mengungkapkan kejadian bermula saat para santri yang sedang olahraga diminta guru mengajinya untuk segera mandi dan melaksanakan salat Duha. 

Namun, sejumlah santri tidak segera melakukan perintah guru U. Mengetahui hal tersebut, guru U itu melempar kayu ke sejumlah santri dan mengenai korban di bagian belakang kepalanya.

“Masuk waktu duha, tapi anak-anak masih main badminton. Mungkin emosi atau apa. Katanya bermaksud melempar ke tanah, agar bubar. Ternyata malah kena kepala siswa. Dilempar lalu menancap ke bagian sini (kepala belakang). Seketika langsung nggak sadar anaknya,” kata salah satu pengajar sepertik dikutip Kumparan.com

Kasi Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Minggu (15/9/2024) pagi. Kejadian tersebut terjadi di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. 

“Pada saat ustaz tersebut melempar kayu, korban lewat dan mengenai kepala bagian belakang korban. Kayu yang ada pakunya itu menancap di kepala korban. Saat  diambil korban langsung pingsan dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Srengat,” ungkapnya.

Menurut Samsul, luka yang dialami korban cukup parah, sehingga pihak Rumah Sakit Srengat tidak sanggup menanganinya. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kediri (RSKK).

“Ternyata sampai di sana, RS mau melakukan operasi sudah tidak berani, karena kepalanya sudah mengalami pendarahan, dan apabila dilaksanakan operasi pun, kecil sekali untuk berhasil. Akhirnya pihak RS tidak berani mengambil risiko untuk operasi, akhirnya korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Mendapat laporan kekerasan pada anak ini, Polres Blitar Kota langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa para saksi. 

“Kita langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi mulai saksi pelaku, pemilik pondok, termasuk tim medis Rumah Sakit Srengat dan RSKK sudah kita mintai keterangan,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, guru yang melempar kayu ke korban telah mengakui perbuatannya. Namun, hingga kini guru tersebut belum ditetapkan sebagai tersangka.

“(Guru yang melempar kayu berpaku) sudah dimintai keterangan dan mengakui itu. Tapi belum dilakukan penetapan tersangka,” katanya.

Meskipun polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, sampai saat ini  keluarga korban belum melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Jadi sampai saat ini, kami masih menunggu laporan dari keluarga korban. Korban sendiri hidup bersama neneknya, sedangkan kedua orang tuanya menjadi TKI ke luar negeri,” kata Samsul.

Sementara itu, Suparti, nenek korban mengaku ikhlas dengan kematian cucunya. Ia menyebut kematian cucunya sebuah takdir Tuhan yang harus diterimanya.

“Sebenarnya saya tidak terima, tetapi bagaimana lagi, semuanya sudah takdir Tuhan. Apalagi saat itu guru ngajinya tidak memukul langsung tetapi karena ketidaksengajaan saat melempar kayu,” kata Suparti.

Dia juga mengakui sudah didatangi dan diminta keterangan polisi. Bahkan, beberapa orang merayunya agar menuntut secara hukum dan melaporkan kejadian ini ke polisi, tetapi dirinya bersikukuh menerima takdir dari Tuhan.

“Biarkan saja, ini sudah takdir Tuhan. Tujuan hidup ini apa sih, setelah hidup ya kembali lagi. Kalau ini sudah takdir ya kita terima saja. Banyak orang meminta saya untuk melakukan tuntutan, tetapi saya biarkan saja,” tandasnya.

Saat ini kasus kematian siswa kelas 1 madrasah sanawiah ini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Blitar Kota. (*)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: