Beritapopuler.co.id, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menyiapkan peringatan 100 tahun NU berdasarkan penanggalan Masehi yang akan jatuh pada 31 Januari 2026.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyebut peringatan tersebut sebagai momentum konsolidasi besar untuk menentukan arah gerak NU pada masa mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Gus Yahya saat memberikan sambutan dalam acara Khatmil Qur’an dan Istighotsah peringatan Hari Lahir ke-103 NU versi Hijriah di Plaza Gedung PBNU, Jakarta, Senin, (5/1/2026).
Gus Yahya menjelaskan bahwa NU secara resmi memperingati hari lahirnya berdasarkan kalender Hijriah, yakni 16 Rajab 1344 Hijriah. Namun, peringatan 100 tahun versi Masehi dinilai penting agar sejarah NU lebih mudah dipahami masyarakat internasional.
“Menurut kalender Masehi, NU berdiri pada 31 Januari 1926. Maka 31 Januari 2026 nanti menandai 100 tahun perjalanan NU,” kata Gus Yahya.
Ia menegaskan bahwa peringatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi sebagai sarana memperkuat khidmah NU. Salah satu agenda utama yang disiapkan PBNU adalah penyelenggaraan forum nasional yang melibatkan ulama, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat.
Forum tersebut akan membahas peta jalan NU untuk 25 tahun ke depan, mencakup periode 2027 hingga 2052. Gus Yahya mengatakan, penyusunan roadmap ini diperlukan agar NU memiliki arah perjuangan yang jelas dan berkelanjutan.
“NU harus berjalan dengan kesadaran arah dan tujuan. Roadmap 25 tahun ini kita siapkan agar khidmah NU tetap relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.
Selain konsolidasi internal, PBNU juga menyiapkan langkah strategis di tingkat global. Gus Yahya menyebut PBNU tengah menjajaki kerja sama internasional untuk pengembangan jejaring keuangan syariah yang berbasis di Indonesia.
Menurut dia, keterlibatan ulama dalam pengembangan ekonomi syariah merupakan bagian dari tanggung jawab NU dalam menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas.
“NU tidak hanya hadir dalam ruang keagamaan, tetapi juga dalam ikhtiar membangun sistem ekonomi yang adil dan berkeadaban,” kata Gus Yahya.
Gus Yahya berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang terus berkontribusi bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.








