Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Trend

PBNU Gelar Khatmil Qur’an dan Istighotsah Peringati Harlah ke-103 NU

×

PBNU Gelar Khatmil Qur’an dan Istighotsah Peringati Harlah ke-103 NU

Sebarkan artikel ini
Suasana Khatmil Qur’an dan Istighotsah dalam rangka peringatan Harlah ke-103 Nahdlatul Ulama di Plaza Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

Beritapopuler.co.id, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar pembacaan Khatmil Qur’an dan Istighotsah dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-103 Nahdlatul Ulama versi Hijriah, Senin, 5 Januari 2026. Acara berlangsung di Lobi Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, bertepatan dengan 16 Rajab 1447 Hijriah.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus doa untuk kemaslahatan NU, bangsa Indonesia, dan kemanusiaan secara luas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para kiai, qari, dan hafiz yang telah melaksanakan khataman Al-Qur’an hari ini sebagai syukur kita ke hadirat Allah, disertai doa kemaslahatan untuk masa depan Nahdlatul Ulama, bangsa Indonesia, dan kemanusiaan,” kata Gus Yahya.

Ia menegaskan bahwa khidmah NU selama lebih dari satu abad telah menjadi sumber kemaslahatan tidak hanya bagi warga Nahdliyin, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Menurut dia, NU sejak awal didirikan untuk menghadirkan maslahat umum (maslahah ammah).

“Nahdlatul Ulama bukan hanya untuk Nahdliyin atau bangsa Indonesia semata, tetapi juga untuk segenap kemanusiaan,” ujar Gus Yahya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga mengingatkan pentingnya menjaga dan melanjutkan amanah para pendiri NU. Ia menyebut NU lahir dari perjuangan para ulama saleh yang diyakini memiliki keberkahan besar.

“Amanah di pundak kita adalah meneruskan silsilah barakah dari jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang didirikan para ulama shalihin. Keberkahan itu masih kita rasakan hingga hari ini, dan harus kita wariskan kepada generasi setelah kita,” katanya.

PBNU juga merencanakan peringatan satu abad NU versi Masehi yang akan digelar pada akhir Januari 2026. Resepsi puncak tersebut direncanakan mengangkat konteks 100 tahun perjalanan NU berdasarkan penanggalan Masehi sejak 31 Januari 1926 hingga 31 Januari 2026.

“Insyaallah resepsi puncak akan kita laksanakan dengan menegaskan makna keselamatan dan keberkahan 100 tahun NU dalam penanggalan Masehi,” ujar Gus Yahya.

Sebelumnya, PBNU telah menggelar kegiatan Napak Tilas Isyarah Pendirian NU pada Ahad, 4 Januari 2026. Kegiatan tersebut dimulai dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan menuju Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Ketua Umum Pondok Pesantren Syaikhona Muhammad Cholil Bangkalan, RKH Muhammad Nasih Aschal, mengatakan napak tilas ini memiliki keterkaitan historis yang kuat dengan lahirnya NU.

“Syaikhona Muhammad Kholil adalah pemberi restu atas lahirnya jam’iyah NU melalui perintah kepada santrinya, Kiai As’ad Syamsul Arifin, untuk berjalan dari Bangkalan menuju Tebuireng. Hari ini, sejarah itu kita ulang kembali,” kata Kiai Nasih.

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: