BERITAPOPULER.CO.ID, YOGYAKARTA– Fenomena mengamen online di Yogyakarta sedang menjadi sorotan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, para pengamen tersebut menyanyi di trotoar sekitar Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Bukan hanya menyanyi, peralatan yang digunakan pun terbilang lengkap mulai dari mikrofon, ring light, hingga sequencer.
Sementara, ponsel yang digunakan untuk live disimpan di tengah-tengah ring light yang juga berfungsi sebagai tripod.
Para pengamen itu berjajar dengan jarak tidak terlalu jauh satu sama lain. Kehadiran para pengamen itu menjadi sorotan para wisatawan maupun warga yang melintas.
Lantas, bagaimana pemerintah daerah melihat fenomena mengamen online ini?
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Yogyakarta, Dodi Kurnianto menjelaskan, pihaknya menggelar razia para pengamen online.
Dodi mengatakan, ada satu orang yang sudah terjaring razia. Pasalnya, fenomena pengamen online ini tidak hanya terjadi di sektiar Titik Nol Kilometer, tetapi juga merambah ke jalan Mangkubumi.
“Kemarin (Minggu 3/11/2024) satu orang di Jalan Mangkubumi terjaring razia. Kami sudah memberikan teguran lisan untuk menghentikan aktivitasnya,” ungkap Dodi, Senin (4/11/2024), dikutip dari Kompas.com.
“Sudah kami tertibkan, yang dua hari lalu mau kami tertibkan ternyata sudah ditertibkan oleh hujan deras,” jelas dia.
Dodi menambahkan bahwa para pengamen online ini bekerja secara perorangan.
Saat ditanya tentang pendapatan yang diterima oleh pengamen online, Dodi menyatakan bahwa Satpol PP Kota Yogyakarta belum mendapatkan informasi terkait hal tersebut.
“Belum tahu sampai detail, yang jelas aktivitas kami hentikan karena mengganggu fungsi trotoar. Kami memberikan teguran, dan jika diulangi lagi, bisa sampai ke sanksi yustisi,” jelasnya.
“Sesuai dengan Perda Nomor 7 tahun 2024, ada sanksi yustisi jika diulangi,” tambah Dodi.
Ia juga menyampaikan bahwa fenomena ngamen online ini baru terjadi selama 3 hingga 4 hari terakhir di Kota Yogyakarta.
Sementara itu, Plt Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait fenomena ini.
“Betul (sudah dapat laporan). Kemarin sudah kita tertibkan, pas hari Sabtu dicek di sana kosong,” ujar Noviar pada Senin (4/11/2024).
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Yogyakarta untuk melakukan razia dan patroli.
“Betul (sudah dapat laporan). Kemarin sudah kita tertibkan, pas hari Sabtu dicek di sana kosong,” ucapnya.(*)








