Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Trend

Komunitas Perempuan Ungu Gelar Webinar tentang Gender dan Kekerasan Berbasis Gender

×

Komunitas Perempuan Ungu Gelar Webinar tentang Gender dan Kekerasan Berbasis Gender

Sebarkan artikel ini

BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA – Dalam rangka kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Komunitas Perempuan Ungu mengadakan dua acara webinar yang fokus membahas isu-isu kritis terkait gender dan kekerasan berbasis gender. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pemahaman gender serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan, dengan harapan dapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan bebas dari kekerasan.

Webinar dimulai dengan materi dari Fit Yanuar, seorang ahli sosial budaya, yang membahas pentingnya pemahaman gender sebagai dasar untuk membangun masyarakat yang inklusif dan setara. Yanuar menekankan bahwa gender bukanlah sekadar masalah biologi, tetapi lebih merupakan konstruksi sosial yang terbentuk dari interaksi sosial, budaya, keluarga, dan struktur sosial yang lebih luas. “Tidak ada yang ‘alami’ dalam pembagian peran antara laki-laki dan perempuan. Peran tersebut dibentuk melalui budaya yang terus berkembang,” ujar Yanuar.

Menurut Yanuar, meskipun banyak masyarakat masih menganggap perempuan sebagai pengurus rumah tangga dan laki-laki sebagai pencari nafkah utama, pandangan ini mulai bergeser. Namun, ia juga mengingatkan bahwa banyak norma sosial yang masih mengakar kuat dan membatasi kebebasan individu, terutama dalam hal stereotip gender. “Perempuan tidak harus selalu lembut dan laki-laki tidak harus selalu kuat dan tidak boleh menangis. Stereotip ini menciptakan tekanan psikologis yang mendalam,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yanuar mengapresiasi perubahan yang terjadi dalam dinamika gender, seperti semakin banyaknya perempuan yang berpartisipasi aktif dalam dunia kerja dan politik. Ia juga mengajak peserta untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesetaraan gender melalui pendidikan, media, dan kebijakan publik, agar tercipta dunia yang lebih adil dan setara.

Setelah itu, Hayu Lusianawati, dosen dari Universitas Sahid dan anggota Komunitas Perempuan Ungu, mengangkat tema “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender.” Lusianawati membahas berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan fisik, verbal, dan kekerasan di ruang digital, serta pentingnya edukasi untuk mencegahnya. Ia juga menekankan peran komunitas dalam mendukung korban kekerasan dan memperkuat kebijakan yang melindungi hak-hak perempuan.

“Norma-norma sosial yang tidak setara, seperti stereotip gender dan patriarki, seringkali menjadi pemicu kekerasan berbasis gender. Untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, kita perlu memahami akar masalah ini,” ungkap Lusianawati.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menekankan pentingnya edukasi dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan kekerasan, serta perlunya pembagian peran yang setara dalam pekerjaan domestik. “Pekerjaan rumah tangga adalah lifeskill yang harus dimiliki oleh semua anggota keluarga, baik perempuan maupun laki-laki,” tambahnya.

Webinar ini juga memberi ruang bagi peserta untuk berdiskusi mengenai solusi praktis terkait isu gender, termasuk penguatan hukum, pendidikan, dan kolaborasi antara sektor-sektor terkait untuk mendukung korban kekerasan. Lusianawati menggarisbawahi peran penting komunitas dalam mendukung korban dan memperkuat kebijakan yang melindungi hak-hak perempuan.

Acara ditutup dengan ajakan dari Lusianawati kepada peserta untuk menjadi agen perubahan dalam mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender. “Kita semua punya peran penting untuk memastikan kekerasan berbasis gender tidak lagi dianggap sebagai hal yang normal,” tutupnya. (*)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: