Beritapopuler.co.id, Jakarta – “Menulis itu seperti menarik napas panjang dari kehidupan. Ia mengalirkan energi, membebaskan isi hati, dan pada akhirnya menjadi ruang sembuh yang paling jujur,” ujar Ietje S. Guntur membuka sesi pelatihan menulis yang digelar Komunitas Perempuan Ungu pada Sabtu, 19 Juli 2025.
Pelatihan bertajuk “Menulis sebagai Self Healing” itu digelar sebagai ruang aman bagi para ibu tunggal untuk menuangkan luka, merapikan ingatan, dan membingkai pengalaman hidup lewat tulisan. Komunitas Perempuan Ungu, yang dikenal aktif dalam isu pemulihan dan pemberdayaan perempuan, kembali menegaskan komitmennya melalui program Perempuan Ungu Berkarya, sebuah inisiatif yang menekankan pemulihan psikis, penguatan identitas, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi ibu tunggal melalui media ekspresif dan digital.
Dipandu langsung oleh Ietje, seorang psikolog dan coach pengembangan diri, pelatihan ini membekali peserta dengan teknik menulis fiksi, nonfiksi, hingga faksi genre yang memadukan fakta dan narasi fiksi. Peserta juga diajak memahami struktur cerita dari orientasi, konflik, hingga resolusi, sekaligus mengasah kepekaan dalam menulis dari pengalaman personal dan imajinasi.
“Setiap perempuan punya kisah, dan setiap kisah layak ditulis,” kata Hayu Lusianawati, Ketua Komunitas Perempuan Ungu, dalam sesi penutupan. Ia menyebut menulis bukan hanya sarana ekspresi, melainkan juga terapi yang memberdayakan. “Dari menulis, mereka bisa mulai menyembuhkan diri dan menemukan kekuatannya kembali.”
Suasana pelatihan berlangsung reflektif namun hangat. Di sela sesi, peserta saling berbagi cerita, menangis, bahkan tertawa bersama saat membaca tulisan masing-masing. Tak sekadar belajar menulis, forum ini menjadi saksi bagaimana kata-kata bisa menjadi pelipur sekaligus penuntun.
Melalui pelatihan ini, Komunitas Perempuan Ungu berharap semakin banyak perempuan yang menemukan jalan pulang ke dirinya sendiri dengan tulisan sebagai kendaraan, dan keberanian sebagai bahan bakarnya.







