Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Daerah

Komunikasi Rasa Kembali Hadir, Mengangkat Ilmu Komunikasi dan Religiusitas di Bulan Ramadhan

×

Komunikasi Rasa Kembali Hadir, Mengangkat Ilmu Komunikasi dan Religiusitas di Bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini

BERITAPOPULER.CO.ID, Jakarta – Menyambut bulan suci Ramadhan, program Komunikasi Rasa kembali hadir dengan semangat berbagi ilmu komunikasi yang dikombinasikan dengan nilai-nilai religiusitas Islam. Program yang digagas oleh Lisa Adhrianti ini telah mengalami perkembangan pesat sejak diperkenalkan pada tahun 2020 dan kini menjadi serial podcast yang diselenggarakan oleh Komunitas Perempuan Ungu (KPUngu), sebuah komunitas yang berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan diskusi inspiratif.

Pada awalnya, Komunikasi Rasa berbentuk talkshow virtual edisi Ramadhan yang bertujuan memberikan edukasi mengenai komunikasi bijak dalam perspektif Islam. Dalam dua tahun pertama pelaksanaannya (2020-2021), program ini berhasil memproduksi 14 episode yang menghadirkan para ahli komunikasi untuk berbagi wawasan dan pengalaman.

Pada tahun 2022, program ini mengalami transformasi setelah diadopsi oleh Komunitas Perempuan Ungu (KPUngu) menjadi serial podcast yang dipandu oleh para dosen. Dengan pendekatan akademis dan aplikatif, podcast ini berhasil menarik perhatian pendengar dari berbagai kalangan. Hingga saat ini, Komunikasi Rasa telah merilis 10 episode dan terus berkembang.

Lisa Adhrianti, selaku penggagas program, menegaskan bahwa Komunikasi Rasa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang komunikasi yang tidak hanya sebatas bertukar informasi, tetapi juga menyampaikan pesan dengan empati. “Komunikasi adalah tentang bagaimana kita dapat saling memahami, merasakan, dan menyampaikan pesan dengan penuh empati,” ungkapnya.

Program ini berlandaskan lima tahapan utama dalam komunikasi:

  1. Sensing (Mengamati) – Menyadari dan mengenali situasi komunikasi.
  2. Interpreting (Menafsirkan) – Menganalisis pesan dan maksud yang disampaikan.
  3. Feeling (Mengalami Perasaan) – Menginternalisasi pesan secara emosional.
  4. Intending (Menanggapi) – Menentukan cara terbaik untuk merespons pesan.
  5. Expressing (Mengungkapkan) – Mengartikulasikan respons dengan tepat dan penuh empati.

Menurut Dr. Rina Sari, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu, pendekatan ini sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. “Ketika seseorang berbicara dengan penuh perasaan dan empati, komunikasi akan menjadi lebih efektif dan membantu membangun hubungan yang lebih baik,” ujarnya.

“Kami melihat banyak peserta yang mengalami perubahan positif dalam cara mereka berkomunikasi setelah mengikuti program ini. Mereka lebih sadar akan dampak kata-kata yang mereka sampaikan dan lebih berhati-hati dalam berkomunikasi,” Tambahnya.

Sejak peluncurannya, Komunikasi Rasa terus mendapat respons positif dari para peserta dan pendengarnya. Program ini menjadi inspirasi bagi banyak individu untuk berkomunikasi dengan lebih baik, lebih peduli, dan lebih sadar akan dampak dari kata-kata yang mereka gunakan.

Mengutip pernyataan Barack Obama yang menjadi inspirasi utama program ini: “Penting untuk memastikan bahwa kita berbicara satu sama lain dengan cara yang menyembuhkan, bukan dengan cara yang melukai.” Kutipan ini mencerminkan tujuan utama dari Komunikasi Rasa—menciptakan komunikasi yang lebih empatik dan membangun hubungan yang lebih positif.

Dengan berbagai pencapaian yang telah diraih, Komunikasi Rasa diharapkan terus berkembang dan menjadi sumber inspirasi dalam membangun komunikasi yang lebih bermakna, terutama dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: