BERITAPOPULER.CO.ID, SUMATERA – Pada hari Selasa, terjadi kebakaran yang menghanguskan sekitar 10 rumah semipermanen di Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik.
Dilansir dari ANTARA, Rabu (12/03/2025), Iptu Aldika, Kapolsek V Koto Kampung Dalam, saat dihubungi dari Pariaman pada hari Selasa, menyatakan, “Kerugian diperkirakan mencapai Rp2 miliar, dan tidak ada korban.”
Ia mengatakan bahwa kebakaran itu diketahui terjadi pada pukul 14.30 WIB. Ketika itu, saksi mata yang sedang bekerja melihat api sudah berkobar di lantai dua rumah salah satu korban.
Karena melihat kondisi tersebut, saksi berteriak. Akibatnya, para korban segera menyelamatkan diri, dan warga sekitar langsung membantu memadamkan api serta mengevakuasi barang-barang milik para korban.
Ia menjelaskan bahwa warga segera memanggil petugas pemadam kebakaran, dan pada pukul 16.30 WIB, api berhasil dipadamkan.
Untuk memadamkan api yang melalap rumah-rumah milik sejumlah kepala keluarga itu, dikerahkan sejumlah mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman.
Rumah-rumah yang terbakar itu diketahui berjenis semipermanen dan memiliki dua lantai. Dari rekaman video yang beredar, terlihat bahwa lantai dua, yang sebagian besar terbuat dari kayu, mengalami kerusakan paling parah akibat kebakaran.
Guna meminimalisir kerugian warga akibat kebakaran, bencana alam, dan tindakan kriminal, kepolisian setempat mengimbau agar warga selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap segala potensi yang ada.
Heri M, salah seorang warga setempat, menyatakan bahwa akibat kejadian tersebut, banyak warga yang datang ke lokasi untuk melihat langsung kondisinya.
Ia berharap para korban diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah yang terjadi di bulan Ramadhan ini, agar mereka dapat kembali membangun daerah mereka.
Rifki Monrizal, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran setempat, membenarkan kejadian tersebut saat dihubungi. Namun, ia belum dapat memberikan data terkait kebakaran karena petugas masih melakukan pendinginan.(san)




