Viral Video Anak Sedang Mengaji Terimbas Gas Air Mata di Semarang
Sebarkan artikel ini
Anak-anak TPQ di Kampung Sekayu, turut menjadi korban gas air mata saat polisi membubarkan paksa aksi demonstrasi di Jalan Pemuda, Kota Semarang, Senin (26/8/2024).
BERITAPOPULER.CO.ID, SEMARANG– Sebuah video berdurasi 30 detik viral di media sosial. Dalam video itu sejumlah anak diduga menjadi korban gas air mata yang ditembakkan oleh pihak kepolisian saat membubarkan demonstrasi di Semarang, Jawa Tengah.
Dalam video yang diunggah oleh akun @aingriwehuy di media sosial X, terlihat sejumlah anak-anak yang sedang berada di dalam masjid menutupi area hidung dan mulut usai terkena gas air mata.
Selain itu mereka juga terlihat sedang menggunakan pasta gigi di area muka untuk mengurangi dampak gas air mata yang dirasakan. Dalam video yang sama juga terlihat sejumlah mahasiswa ikut berlindung di dalam area masjid.
“Kondisi ketika anak anak TPQ yang mau ngaji juga terkena Gas Air Mata Di Semarang. Ini berlebihan banget aparat seenaknya gunain Gas Air Mata, ini anak mau ngaji loh,” demikian narasi yang diunggah, Senin (27/8) malam.
🚨Kondisi ketika anak anak tpq yang mau ngaji juga terkena Gas Air Mata Di Semarang‼️
Ini berlebihan banget aparat seenaknya gunain Gas Air Mata, ini anak mau ngaji lho pak‼️
Mirisnya gas air mata yang dirasakan anak-anak TPQ itu mereka sedang mengaji di Masjid Taqwa, Kelurahan Sekayu. Masjid ini berjarak sekitar 300 meter dari Jalan Pemuda yang merupakan titik kericuhan.
Sebelumnya aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa di Semarang pada Senin (26/8) malam memanas hingga berujung bentrok dengan aparat. Petugas yang mencoba membubarkan massa aksi menembakkan gas air mata dan mobil meriam air.
Dalam rekaman video lain menunjukkan anak-anak kesakitan di bagian mata lalu mendapatkan bantuan dari para mahasiswa dengan mengoleskan pasta gigi di bagian bawah mata.
Mahasiswa yang berada di lokasi menuturkan, anak-anak yang terdampak gas air mata sekira 17 orang. Ada satu anak laki-laki sampai dikabarkan pingsan.
Dikutip dari tirto.id, sejumlah warga yang tinggal di sekitar masjid mengamini bahwa anak-anak turut terimbas gas air mata.
“Bener, tadi malem rame. Anak-anak TPQ sempet pada nangis. Enggak lama setelah itu dipulangkan,” ujar Siti, warga Kampung Sekayu, saat ditemui tirto.id Selasa (27/8/2024).
Siti mengungkpkan warga sempat berhamburan keluar rumah dan merasakan pedihnya gas air mata. Bahkan, di dalam rumah pun kondisinya tak jauh berbeda.
“Asapnya kerasa, masuk rumah-rumah, di dalam sama aja. Pedes banget di mata,” ungkapnya.
Warga lain bernama Darojah juga mengatakan hal serupa. Dia mengaku sudah menutup rapat-rapat rumahnya, tapi bau menyengat gas air mata masih masuk dan terasa pedih di mata.
Melihat kondisi itu, rombongan ibu-ibu di Kampung Sekayu bahkan sempat berencana menunda pengajian yang sedianya berlangsung di Masjid Taqwa—tempat anak-anak TPQ mengaji.
“Tapi setelah kondisinya stabil, pengajian ibu-ibu tetap dilaksanakan. Saya berangkat ngaji pakai masker dan kacamata,” imbuhnya.
Masjid Taqwa Sekayu tempat anak-anak TPQ mengaji turut terdampak gas air mata. tirto.id/Baihaqi Annizar
Masjid Taqwa juga menjadi tempat berlindung massa aksi. Ketua RW 1 Kelurahan Sekayu, Zaenal Arif, mengungkapkan bahwa kondisi lingkungannya cukup ramai saat terjadinya insiden pembubaran paksa massa aksi.
Meskipun mayoritas warganya merasakan dampak gas air mata, tapi hingga Selasa pagi tidak ada yang melaporkan tentang keluhan sakit.
“Sementara tidak ada. Anak-anak TPQ juga sepertinya sudah aman semua,” jelas Zaenal. (*)