Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Populer

Tokoh Aceh Utara Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

×

Tokoh Aceh Utara Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini
Soeharto. (FOTO: Getty Image)

BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA – Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto sampai saat menuai pro-kontra. Tak sedikit yang setuju dengan gelar tersebut. Salah satunya adalah tokoh Aceh Utara, T.S Sani.

“Satu hal yang perlu dijadikan titik temu adalah tidak ada manusia yang sempurna,” katanya Minggu (2/11/2025).

Ia menegaskan, masyarakat tak boleh menutup mata atas jasa-jasa Soeharto saat Indonesia mau dikomunisikan dan saat itu Soekarno sudah dalam genggaman PKI.

Kata dia, andai kata Soeharto tidak mengambil alih kekuasaan melalui Super Semar, mungkin Indonesia saat ini telah menjadi salah satu negara Komunis.

Ia menambahkan, jasa lain yang telah dilakukan oleh Soeharto adalah membawa Indonesia menjadi negara berkembang dan memulihkan perekonomian nasional dan bangkit dari keterpurukan.

“Salah satunya menjadi negara swasembada beras yang diakui oleh negara-negara lain. Justru dimasa Soeharto rakyat ada kemakmuran, dibandingkan dimasa setelah Soeharto lengser dari kekuasaan sampai saat ini. Ekonomi rakyat terpuruk dan hukum tidak lagi menjadi panglima,” jelasnya.

Ia mengatakan, jika ditanya pada rakyat yang pernah merasakan perbedaan kehidupan sebelum dan sesudah reformasi, pasti rakyat akan menjawab jauh lebih baik kehidupan dimasa pemerintahan Soeharto.

“Stabilitas politik dan keamanan terjamin. Bandingkan dengan kondisi sekarang, dimana mayoritas rakyat miskin, lapangan kerja sulit, hukum memihak yang kaya dan yang berkuasa, arah kehidupan negara sudah melenceng dari cita-cita Proklamasi dan tidak sesuai lagi dengan ruh Reformasi .1998,” katanya.

Ia menambahkan, Indonesia pada saat pemerintahan Soeharto masih dalam kondisi carut marut politik orde lama yang berbau komunisme.

Untuk menciptakan stabilitas politik dan keamanan negara, memang tidak dapat dihindari terjadinya kasus-kasus pelanggaran HAM. “Belum lagi kasus-kasus kriminalitas premanisme yang tinggi dan pergelokan politik dalam negeri,” ujarnya. (YOR)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: