BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA – Ketua Panitia Natal Nasional yang juga Menteri Perumahan dan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan perayaan natal nasional tahun 2025 tidak dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara keseluruhan.
Dalam rapat persiapan natal nasional 2025 yang digelar di Graha PGI Jakarta pada Minggu (16/11/2025) malam dipaparkan jumlah dukungan secara gotong royong dari berbagai pihak termasuk Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik dan Bimas Kristen Kementerian Agama.
“Saya sudah putuskan dan sampaikan kepada Presiden bahwa Natal tahun ini tidak menggunakan APBN maupun BUMN, semuanya gotong royong,” ucap Ara, sapaan akrabnya usai rapat persiapan natal nasional 2025.
Meskipun mendapatkan banyak dukungan dan totalnya mencapai Rp27 miliar lebih, Ara menegaskan untuk perayaan natal sendiri hanya akan menggunakan 30 persen dari total dana yang terkumpul dan sementara ini sudah mencapai Rp27.482.000.000.
Yang pasti, perayaan itu saya mau maksimal 30% dari budget yang ada. Berarti kalau tadi terkumpul, kan sudah lihat, itu pasti akan berproses terus, karena terbuka dan gotong royongnya banyak sekali. Jadi yang pasti juga nanti soal bantuan pendidikan,” tegas Ara.
Ara mengatakan, bantuan tidak hanya pendidikan dalam bentuk beasiswa saja tetapi juga akan disiapkan dalam bentuk sembako termasuk akan ada juga untuk Palestina. “Kita melihat Palestina itu adalah soal kemanusiaan. Mereka begitu gigih memperjuangkan kemanusiaan. Dan kita juga ingin memberikan persembahan yang dikumpulkan pada saat Natal untuk perjuangan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dalam bentuk uang,” ungkapnya.
Perayaan Natal Nasional
Natal Nasional sendiri rencananya diadakan pada 5 Januari 2026 di Jakarta dan direncanakan Presiden Prabowo Subianto juga akan hadir pada perayaan Natal Nasional tersebut. “Bapak Presiden kita undang hadir jam 18.40 WIB di Senayan,” sebut Ketua Panitia Natal Nasional Maruarat Sirait.
Ara menjelaskan pada perayaan natal nasional nanti, Presiden Prabowo Subianto diharapkan dapat hadir dan menyaksikan pertunjukan yang sederhana dan penuh makna tentang keluarga. “Saya mau itu ditonton Presiden, bukan di ibadah, tetapi di perayaan. Supaya Presiden bisa mendapatkan pesan apa yang terjadi di keluarga-keluarga yang ada,” tandasnya. (SYA)








