Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Daerah

Ra Fahmi Tinjau Banjir Opo-opo, Normalisasi Sungai Jadi Prioritas Pemkab Probolinggo

×

Ra Fahmi Tinjau Banjir Opo-opo, Normalisasi Sungai Jadi Prioritas Pemkab Probolinggo

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Probolinggo Ra Fahmi (tengah, mengenakan topi hitam) didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo saat meninjau Kali Afur Banger di Desa Opo-Opo, Kecamatan Krejengan.

Beritapopuler.co.id, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten Probolinggo merespons cepat banjir yang kembali merendam Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan. Wakil Bupati Probolinggo Lora Fahmi AHZ turun langsung ke lokasi terdampak untuk melihat kondisi warga sekaligus meninjau penyebab banjir.

Didampingi Sekretaris Daerah Ugas Irwanto dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, Ra Fahmi menyusuri permukiman warga yang tergenang serta mengecek Kali Afur Banger. Sungai tersebut diduga menjadi pemicu utama banjir akibat luapan air saat hujan berintensitas tinggi.

Dalam kunjungan itu, Ra Fahmi menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak. Ia mengatakan, asesmen sementara menunjukkan banjir dipicu oleh sedimentasi dan pendangkalan sungai, serta kondisi lingkungan di sekitar sempadan sungai yang tidak terjaga.

“Ditemukan sedimentasi dan pendangkalan. Selain itu, ada bangunan dan tanaman yang berdiri di sempadan sungai,” kata Ra Fahmi di lokasi, Kamis, (22/1/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut menghambat aliran air, sehingga sungai tidak mampu menampung debit saat hujan deras berlangsung lama. Akibatnya, air meluap dan menggenangi permukiman warga.

Sebagai langkah awal, Pemkab Probolinggo akan segera menyiapkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan fungsi sungai dan menekan risiko banjir berulang.

“Kami siapkan alat berat untuk normalisasi. Harapannya, potensi banjir ke depan bisa diminimalisir, terutama di Opo-opo dan sekitarnya,” ujarnya.

Ra Fahmi menegaskan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ia mengajak masyarakat turut menjaga kelestarian sungai dan lingkungan, termasuk mematuhi aturan larangan pembangunan di sempadan sungai.

“Kalau hanya pemerintah, tidak akan cukup. Perlu kerjasama masyarakat agar sungai tetap terjaga,” katanya.

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: