Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Daerah

Polisi Tetapkan Arsin Kades Kohod Tersangka Kasus Pagar Laut, Ada Aliran Dana?

×

Polisi Tetapkan Arsin Kades Kohod Tersangka Kasus Pagar Laut, Ada Aliran Dana?

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Kohod, Arsin bin Asip mengaku menjadi korban dalam kasus pagar laut, saat konferensi pers di rumahnya. (Antara.com)

BERITAPOPULER.CO.ID, TANGERANG– Bareskrim Polri menetapkan Kades Kohod Arsin sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen SHGB-SHM di wilayah pagar laut Tangerang. 

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro menyebut penetapan tersangka dilakukan pihaknya usai melakukan gelar perkara yang turut dihadiri pihak eksternal, pada Selasa (18/2) hari ini.

“Kami telah menetapkan 4 tersangka saudara A sebagai Kades Kohod” ujarnya dalam konferensi pers di Bareskrim Polri.

Selain Arsin, Polri juga menetapkan Sekdes Kohod inisial uK, dan dua orang  SP dan CE selaku penerima kuasa kepengurusan SHGB dan SHM pagar Laut di Tangerang.

Djuhandhani menjelaskan dalam kasus ini Kepala Desa Kohod Arsin selaku terlapor membuat surat palsu yang dicetak dan ditandatangani sendiri.

Surat palsu itulah yang kemudian digunakan oleh Kepala Desa Kohod dan lainnya untuk mengajukan permohonan pengukuran dan pengakuan hak ke Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang. 

Total sudah ada 44 orang yang telah diperiksa sebagai saksi dan menggeledah tiga lokasi yakni Kantor Desa, Rumah Kepala Desa Kohod Arsin, serta rumah Sekretaris Desa Kohod.

Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah barang bukti salah satunya dokumen rekapitulasi transaksi keuangan Desa Kohod.

“Kita dapatkan rekapitulasi permohonan dana transaksi Kohod serta beberapa rekening kita dapatkan,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (12/2).

Kendati demikian, Djuhandhani enggan membeberkan lebih jauh ihwal identitas pemilik rekening yang disita tersebut. Termasuk jumlah rekening dan nilai keuangan yang berhasil disita itu.

Ia hanya menyebut penyidik tengah berkoordinasi dengan pihak perbankan untuk mendalami aliran dana keuangan dari rekening-rekening tersebut.

“Nilai keuangan rekening sementara masih kita pelajari. Karena belum terlihat disitu, apakah sesuai dengan transaksi sampai dengan hari ini atau belum,” tuturnya. 

“Tentu saja ini sudah modal kita untuk berkoordinasi dengan perbankan dan lain sebagainya,” tutupnya. (*)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: