Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Trend

Pertama! Coaching MOOC bagi PTKN

×

Pertama! Coaching MOOC bagi PTKN

Sebarkan artikel ini
Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Mastuki mengatakan hal tersebut saat memberikan laporan Coaching Massive Open Online Course (MOOC) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di Jakarta.
Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Mastuki mengatakan hal tersebut saat memberikan laporan Coaching Massive Open Online Course (MOOC) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

JAKARTA – Coaching Massive Open Online Course (MOOC) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) termasuk mandatori program Badan Litbang dan Diklat. Hal tersebut tertuang pada Pakta Integritas Komitmen Kinerja Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Tahun 2024, butir nomor 7.

Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Mastuki mengatakan hal tersebut saat memberikan laporan Coaching Massive Open Online Course (MOOC) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

“Coaching MOOC Pintar dilatarbelakangi surat Menteri Agama Republik Indonesia Nomor B-042/MA/TL.00/02/2024 tanggal 20 Februari 2024. Surat tersebut memberikan amanat kepada seluruh unit Eselon I Kemenag untuk melakukan konsultasi dan koordinasi dalam pelaksanaan program dengan melibatkan Balitbang Diklat, termasuk bidang pendidikan,” ucap Mastuki di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Coaching bertujuan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab untuk membuka potensi dan memaksimalkan kinerja. Kesadaran diciptakan melalui perluasan perspektif dan peningkatan fokus perhatian, yang meningkatkan minat, wawasan, dan pembelajaran.

“Pembelajaran dalam hal ini adalah pembelajaran e-learning/digital learning berbasis MOOC pada PTKN,” tuturnya.

Mastuki memaparkan manfaat coaching MOOC pada PTKN. Menurutnya, coaching bisa membantu memunculkan potensi pembelajaran e-learning/digital learning.

“Coaching ini dapat membantu menentukan prioritas pembelajaran yang efektif dan efisien. Selain itu, berguna untuk pengambilan keputusan atau kebijakan PTKN,” ujarnya.

“Proses ini juga diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan performa lembaga PTKN,” tambahnya.

Mastuki menerangkan tahap pelaksanaan kegiatan tersebut. Pertama, tahap pra-coaching dengan agenda penyamaan persepsi rencana pelaksanaan Coaching MOOC pada PTKN (zoom).

“Pada tahap ini, kami akan menyurvei awal kebutuhan dan pembelajaran online existing masing-masing PTKN,” ungkapnya.

kata Mastuki, adalah pelaksanaan coaching. Tahap ini dilakukan beberapa agenda seperti penentuan jadwal, pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan data existing PTKN, pelaksanaan coaching, dan survei akhir setelah coaching.

“Tahap terakhir adalah pasca coaching dengan penyampaian hasil coaching berdasarkan survei, implementasi hasil coaching, pendampingan, dan monitoring evaluasi,” ujar pria asal Banyuwangi.

Mastuki berharap Coaching MOOC pada PTKN dapat terlaksana sesuai Kebijakan Menteri Agama yang tertuang dalam Pakta Integritas Kepala Badan Litbang dan Diklat. “Semoga kegiatan ini bisa berjalan tepat waktu dan tepat sasaran,” akhirnya. (*)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: