Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Daerah

Pemerintah Desa Mosun di Kabupaten Maybrat Gandeng Fasilitator TEKAD Bangkitkan Potensi Ekonomi Lokal Desa

×

Pemerintah Desa Mosun di Kabupaten Maybrat Gandeng Fasilitator TEKAD Bangkitkan Potensi Ekonomi Lokal Desa

Sebarkan artikel ini
Demplot budidaya ikan lele di Desa Mosun. Sumber foto: dokumentasi TEKAD

BERITAPOPULER.CO.ID, MAYBRAT – Desa Mosun, sebuah desa kecil di Kecamatan Aifat Utara, Kabupaten Maybrat, dengan populasi hanya 199 jiwa, kini berhasil menjadi contoh sukses dalam pemberdayaan ekonomi melalui budidaya ikan lele.

Kesuksesan ini berawal dari kolaborasi antara Pemerintah Desa Mosun dan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) sejak 2021. Program TEKAD telah mendorong masyarakat untuk menggali potensi lokal, khususnya di bidang perikanan air tawar, dengan memanfaatkan sumber mata air melimpah sebagai modal utama pengembangan budidaya ikan lele.

Dengan masa panen yang singkat dan harga jual yang menguntungkan, budidaya ikan lele terbukti menjadi solusi efektif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Saat ini, Desa Mosun menjadi pemasok utama ikan lele di Kecamatan Aifat Utara dan Aifat.

“Kami melihat budidaya lele sebagai peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pendampingan dari Program TEKAD, kami optimis potensi ini dapat terus berkembang,” ujar Kordinator TEKAD Maybrat, Marthen Nataniel Wafom, Senin (16/12/2024).

Marthen menjelaskan bahwa Program TEKAD tidak hanya memberikan dukungan teknis, tetapi juga menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan, seperti teknik pemijahan ikan, perawatan kolam, dan manajemen keuangan. Salah satu tonggak penting adalah pelatihan pemijahan ikan pada September 2024 yang membekali warga untuk memproduksi bibit ikan secara mandiri.

“Dengan belajar teknik pemijahan, kami tidak lagi harus membeli bibit dari luar, sehingga biaya produksi menjadi lebih hemat,” kata Yulianus Fadan, salah satu peserta pelatihan yang sukses mendirikan usaha Budidaya Lele.

Menurut Yulianus, dalam satu siklus panen sebanyak 1.000 ekor ikan lele, dirinya bisa memperoleh pendapatan Rp7-8 juta. “Hasil ini sangat membantu ekonomi keluarga kami dan mendorong semangat untuk terus mengembangkan usaha,” tambahnya.

Dalam tiga tahun terakhir, keberhasilan budidaya ikan lele di Desa Mosun telah membuahkan hasil nyata. Selain meningkatkan perekonomian rumah tangga, kesuksesan ini juga menarik perhatian Dinas Perikanan Kabupaten Maybrat. Melihat potensi yang besar, Pemerintah Desa Mosun kini memperluas program melalui pembentukan kelompok-kelompok baru yang fokus pada pengembangan perikanan dan usaha ekonomi produktif lainnya.

Pemerintah desa bersama Program TEKAD juga mendorong pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola hasil usaha warga secara lebih terstruktur. Selain itu, mereka berencana menyusun Peraturan Desa (Perdes) yang mewajibkan pelaku usaha lokal, seperti rumah makan, untuk membeli hasil panen dari petani dan pembudidaya lokal.

“Kami berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi desa-desa lain untuk menggali potensi lokal mereka,” pungkas Kepala Desa Mosun.

Untuk diketahui, Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) adalah program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (PEID) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Program TEKAD bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi rumah tangga perdesaan melalui pengembangan mata pencaharian atau usaha ekonomi produktif yang berkelanjutan di 25 (dua puluh lima) Kabupaten yang ada di 9 (sembilan) Provinsi yaitu Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. (*)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: