Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Populer

Pelatihan Public Speaking “Diam Bukan Pilihan” Dorong Siswa Berani Bersuara Cegah Kekerasan Seksual

×

Pelatihan Public Speaking “Diam Bukan Pilihan” Dorong Siswa Berani Bersuara Cegah Kekerasan Seksual

Sebarkan artikel ini

BERITAPOPULER.CO.ID , JAKARTA — Universitas Sahid Jakarta melalui Fakultas Ilmu Komunikasi bekerja sama dengan SMK Jayawisata 2 Jakarta menggelar pelatihan public speaking bertema pencegahan kekerasan seksual. Kegiatan bertajuk “Diam Bukan Pilihan: Mulai dari Suara Kita, Hentikan Kekerasan Seksual” ini berlangsung di Aula SMK Jayawisata 2 Jakarta dan diikuti sekitar 100 siswa, Rabu, (14/1/2025).

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang berbagai bentuk kekerasan seksual sekaligus membekali mereka keterampilan komunikasi agar berani bersuara ketika mengalami atau menyaksikan kekerasan.

Kepala SMK Jayawisata 2 Jakarta, Nur Santi, mengatakan kekerasan masih berpotensi terjadi di lingkungan sekolah dalam berbagai bentuk, mulai dari verbal, nonverbal, hingga seksual.

“Siswa perlu didorong untuk berani berkata tidak, berani berbicara, dan tidak diam ketika melihat atau mengalami kekerasan. Mereka harus menjadi agen perubahan untuk menciptakan lingkungan yang aman, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.

Salah satu narasumber, Hj. Meri Safarwati, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta sekaligus Fasilitator Daerah Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, menekankan pentingnya membangun keberanian mental korban.

“Korban sering kali terjebak pada block mental. Public speaking bukan hanya soal bicara di depan umum, tetapi juga soal keberanian menyampaikan kebenaran,” kata Meri. Ia juga memperkenalkan konsep komunikasi 3V: Vokal, Visual, dan Verbal sebagai dasar menyampaikan pesan secara efektif.

Narasumber lainnya, Dody Taruna Dwiputra, Kepala Bidang Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta, mengingatkan bahwa kekerasan seksual dapat terjadi secara langsung maupun melalui media digital.

“Peran keluarga dan sekolah sangat penting, tetapi kesadaran siswa untuk memfilter informasi dan berani melapor juga menjadi kunci,” ujarnya.

Dody menambahkan, Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan layanan pengaduan bagi korban kekerasan melalui WhatsApp 0813-1761-7622 dan Hotline JKTSiaga 112.

Melalui pelatihan ini, para siswa diharapkan memiliki keberanian untuk melawan kekerasan seksual, saling peduli, serta aktif menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan (rsy)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: