Beritapopuler.co.id, Gorontalo – Selama empat hari, 22–25 November 2025, rombongan Program Pemantapan Nilai Kebangsaan (PPNK) 219 Lemhannas RI menelusuri denyut kehidupan masyarakat Gorontalo. Pembelajaran lapangan yang dirancang bersama Rumah Bhinneka Nusantara dan dipimpin Gabby itu menjadi ruang bagi para peserta untuk melihat bagaimana nilai kebangsaan bekerja dalam praktik sehari-hari. Delapan peserta, yaitu Kristin, Laksmi, Indro, Ardy, Theo, Yudi, Rusli, dan Ikhsan, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Perjalanan dimulai dari pesisir. Para peserta memunguti sampah plastik yang terseret arus. Aksi sederhana yang, menurut Gabby, menjadi cermin paling jujur dari nasionalisme.
“Nasionalisme tidak tumbuh dari ruang rapat. Ia tumbuh ketika kita turun ke masyarakat dan membuat hidup bersama lebih baik,” ujarnya.
Dari pantai, rombongan bergerak menuju Kantor Gubernur Gorontalo untuk beraudiensi. Pertemuan itu membahas peluang kolaborasi, dukungan kelembagaan, dan agenda selama mereka berada di daerah. Pemerintah provinsi menyambut karena kegiatan ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Selama berada di Gorontalo, peserta PPNK 219 mempelajari kearifan lokal, mulai dari tradisi, budaya, hingga etos hidup masyarakat yang menjunjung harmoni dan gotong royong. Lemhannas menilai pendekatan lapangan seperti ini memberi kedalaman baru dalam membaca dinamika sosial di daerah.
Gabby menilai pengalaman tersebut memperluas perspektif peserta mengenai kebangsaan. “Cinta tanah air tidak selalu lahir dari gagasan besar. Ia tumbuh dari tindakan kecil yang dijaga masyarakat setiap hari, seperti merawat budaya, menjaga lingkungan, dan saling peduli,” ujarnya.
Kunjungan itu menegaskan bahwa nilai kebangsaan bukan sekadar konsep, melainkan praktik sosial yang hidup di tengah masyarakat. Di Gorontalo, peserta melihat bagaimana nilai itu bekerja; senyap, sederhana, namun kokoh menjaga kohesi bangsa.








