Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Daerah

Memperingati Harlah Nurul Jadid ke-76, P4NJ Jabodetabek-Banten Gelar Launching dan Bedah Buku

×

Memperingati Harlah Nurul Jadid ke-76, P4NJ Jabodetabek-Banten Gelar Launching dan Bedah Buku

Sebarkan artikel ini
Kegiatan launching dan bedah buku Pena Emas untuk Kertas Kehidupan yang digelar P4NJ Jabodetabek-Banten di Aula PP Nurul Jadid, Sabtu (25/01/2025) [Abdul Hannan/Beritapopuler.co.id]

BERITAPOPULER.CO.ID, PROBOLINGGO– Dalam memperingati Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke-76, Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Jabodetabek-Banten menggelar Launching dan Bedah Buku Pena Emas untuk Kehidupan, Sabtu (25/01/2025) di Aula Pondok Pesantren Nurul Jadid. Buku tersebut merupakan biografi dan pemikiran Almarhum Rafiuddin Munis Tamar. 

Kegiatan yang digelar berkolaborasi dengan ALFIKR, Mahkamah Konstitusi (MK) dan Panitia Haul dan Harlah PP Nurul Jadid ikuti ratusan peserta. 

Abdurrahman Wahid, Ketua P4NJ Jabodetabek-Banten dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan di luar wilayah kerjanya.

“Untuk memeriahkan Harlah ke-76 PP Nurul Jadid,” ujarnya. 

Abdurrahman menerangkan buku tersebut berisi tentang karya-karya Almarhum Rafiuddin dan berisi testimoni dari teman dan guru-gurunya. Seperti Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza hingga kata pengantar yang ditulis oleh KH Abdul Hamid Wachid. 

Heru Setiawan, Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK) menyampaikan apresiasi atas penerbitan buku Pena Emas untuk Kertas Kehidupan. (Abdul Hannan/Beritapopuler.co.id)

Almarhum Rafiudin merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berkarier di Ibukota Jakarta. Kata Abdurrahman, Almarhum Rafiudin merupakan sosok yang memiliki sikap sederhana dan cukup aktif berinteraksi dengan sesama alumni PP Nurul Jadid. Meskipun, Abdurrahman mengaku bahwa pemikiran Rafiuddin tidak sederhana. 

“Tetapi tulisan-tulisan beliau di buku ini sederhana dan renyah,” pungkasnya. 

“Ada tagline P4NJ, semacam prinsip dasar, berkumpul, bergerak, dan berdampak. Itu salah satunya juga diambil dari almarhum juga. Bagaimana beliau bikin karya,” imbuh Abdurrahman. 

Heru Setiawan, Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK), mengapresiasi atas terbitnya buku Biografi dan Pemikiran Almarhum Rafiuddin. Sejak tahun 2006, Almarhum Rafiuddin meruoakan pegawai di Mahkamah Konstitusi. 

“Buku ini berisi pemikiran Mas Rafi yang dapat memperkaya pengetahuan kita dan mendorong kepekaan terhadap masyarakat. Semoga buku ini menjadi sumber informasi dan refleksi bagi kita semua,” ujarnya via video conference. 

Sejalan dengan itu, Dr. H. Rofiqul Umam Ahmad, Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengaku mengenal sosok Almarhum Rafiuddin di Tim Penerbitan Mahkamah Konstitusi saat dirinya menjadi Staff Ahli Jimly Asshiddiqie. 

“Pak Jimly butuh orang-orang untuk membuat naskah buku, majalah, berita, jurnal ilmiah. Salah satu ya Mas Rafi itu,” kenang Rofiqul Umam 

Rofiqul Umam mengaku mendorong Almarhum Rafiuddin untuk mengambil study Hukum dan mendaftar menjadi Pegawai Negeri Sipil. 

“Kuliah sambil kerja. Profesional. Hebat,” pungkasnya disambut riuh tepuk tangan. “Mas Rafi ini peranannya melebihi jabatan formalnya sebagai pegawai dan Kasubbag di MK,” imbuhnya. 

Rofiqul Umam berharap ratusan peserta yang merupakan santri PP Nurul Jadid bisa mencontoh dan meneladani kiprah Almarhum Rafiuddin. 

“Mudah-mudahan anak-anak muda ini bisa meneruskan pengabdian kepada ummat, bangsa, dan negara melalui lembaga pemerintahan,” imbuhnya. (*)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: