BERITAPOPULER.CO.ID, SAMARINDA – Dalam upaya mengentaskan kemiskinan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak Pemprov Kaltim bersinergi berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ia menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkala oleh pemerintah daerah agar program pemberdayaan berjalan tepat sasaran.
“Mari kita mulai bekerja dengan data yang sama dulu,” Ujar Gus Ipul dalam Dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat di Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP). Kalimantan Timur, Samarinda. dikutip dari laman resmi Kemensos pada hari Rabu (8/10/2025)
Ia menilai program pemerintah sangat bergantung pada data yang akurat. Oleh karena itu, partisipasi daerah diperlukan untuk memutakhirkan DTSEN yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS).
“Perlu partisipasi RT, RW, desa, kelurahan, kabupaten/kota, akhirnya juga nanti ke provinsi,” katanya.
Menurut penjelasannya, setiap data yang masuk akan diverifikasi, divalidasi, dan diranking secara berjenjang. Data yang telah diperbarui tersebut memudahkan pemerintah menentukan arah dan sasaran program.
“Hari ini alhamdulillah kita mulai dengan Kaltim, dengan kabupaten/kota. Kita sudah ada koordinasi sebelumnya. Kita ingin mari kita implementasikan dan konsisten dengan proses bisnis yang telah kita tawarkan dan buat bersama-sama,” katanya.
Gus Ipul juga memberikan apresiasi kepada Pemprov Kaltim atas capaian positifnya dalam menurunkan kemiskinan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi. Kendati demikian, ia berharap masyarakat yang belum merasakan hasil pembangunan dapat lebih diperhatikan agar kesejahteraannya meningkat.
“Salah satunya tentu lewat Sekolah Rakyat. Karena masih banyak anak-anak usia sekolah di seluruh Indonesia yang tidak sekolah. Dia usianya sekolah tapi tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah atau berpotensi putus sekolah,” tuturnya.
Gus Ipul menyampaikan rasa syukur karena sudah ada tiga titik Sekolah Rakyat di Samarinda. Ajakan tersebut mendapat sambutan positif dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat telah berjalan di Kaltim dan menjadi suatu kehormatan bagi daerahnya
“Sekaligus wujud nyata dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam rangka mengedepankan program-program sosial,” katanya.
Ia menyampaikan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyoroti kolaborasi antara pemerintah pusat dan provinsi dalam menyediakan pendidikan gratis bagi siswa SMA, SMK, hingga jenjang S1, S2, dan S3. Berdasarkan laporan tersebut, angka partisipasi sekolah yang sebelumnya hanya mencapai 9 tahun kini berhasil meningkat pada 2025.
“Angka partisipasi sekolah 10,6 persen. Artinya ada kenaikan signifikan berkat dorongan pemerintah pusat, pemerintah provinsi bersama-sama berikan yang terbaik untuk anak-anak didik kita. Ini program luar biasa,” katanya.
Seno berharap, melalui program inisiatif daerah yang berkolaborasi dengan Kemensos, masyarakat miskin, lansia, dan kelompok rentan lainnya dapat memperoleh layanan yang semakin baik. Ia menambahkan, tingkat kemiskinan yang pada 2024 tercatat sebesar 6 persen kini menurun menjadi 5,17 persen pada 2025.
“Turun kurang lebih 1 persen. Ini upaya luar biasa,” katanya.
Menurut Seno, capaian ini tidak terlepas dari kerja keras berbagai pihak. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada para pendamping sosial, pekerja sosial, dan pilar sosial atas dedikasi serta pengabdiannya. Ia menegaskan bahwa tugas mereka memang tidak mudah, namun sangat mulia.
“Pemprov akan terus mendukung peningkatan kapasitas pegawai dan pejuang sosial di lapangan,” tutupnya.
Pada kesempatan tersebut, para siswa Sekolah Rakyat menampilkan hiburan untuk para tamu undangan melalui pertunjukan tari. Mereka juga mempersembahkan paduan suara dan pembacaan puisi.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 24 Samarinda memiliki 96 siswa yang terbagi dalam 4 rombongan belajar (Rombel), terdiri dari 48 siswa tingkat SMP dan 48 siswa tingkat SMA. (SYA)








