BERITAPOPULER.CO.ID, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menjalin sinergi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI dalam meningkatkan penjaminan mutu pelatihan serta pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sinergi ini dibahas dalam pertemuan antara Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag bersama Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN LAN RI.
Kepala BMBPSDM, Muhammad Ali Ramdhani, menekankan bahwa sinergi diperlukan agar pengembangan SDM ASN tidak terhambat birokrasi yang kaku. “Pertemuan ini menerapkan prinsip KISS—koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi—agar langkah kita lebih efektif. Kami sangat mendukung penguatan sistem mutu, termasuk melalui asosiasi pengembang,”
dikutip dari laman resmi kemenag pada hari Jumat (10/10/2025).
Kaban Dhani menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mengembangkan ekosistem pelatihan yang luas melalui kerja sama lintas lembaga. Ia menyebut program pelatihan ASN Kemenag mampu menembus lebih dari satu juta peserta per tahun berkat dukungan Massive Open Online Course (MOOC) yang efisien dan inovatif.
“Kami ingin memastikan setiap pelatihan dan asesmen benar-benar berbasis kebutuhan organisasi, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
Selain itu, BMBPSDM juga mempersiapkan penguatan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) serta unit penilaian kompetensi internal untuk memastikan penempatan dan mutasi ASN berbasis bukti kompetensi.
Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN, Army Winarty, menegaskan bahwa penguatan fungsi penjaminan mutu kini menjadi salah satu prioritas nasional dalam pengembangan kompetensi ASN.
“Melalui perubahan struktur kelembagaan di LAN, fungsi penjaminan mutu kini berdiri sebagai kedeputian tersendiri yang memastikan program pelatihan berjalan terstandar, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Army juga mendorong adanya standardisasi mutu lembaga pelatihan, modernisasi data pengembangan kompetensi, dan sertifikasi Human Capital Development Officer (HCDO).
“Sinergi dengan Kemenag ini penting karena ekosistem pelatihannya luas dan strategis,” ungkapnya.
Terakhir, Army mengungkapkan rencana pembentukan asosiasi pengembang kompetensi lintas kementerian/lembaga untuk memperkuat advokasi bersama. Menurutnya, kolaborasi dan konsolidasi sumber daya antarlembaga merupakan kunci keberlanjutan program pengembangan SDM yang tetap bermutu. (YOR)








