Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Populer

Kolaborasi Strategis dengan REI untuk Kebijakan Perumahan Pro Rakyat didorong oleh Menteri PKP.

×

Kolaborasi Strategis dengan REI untuk Kebijakan Perumahan Pro Rakyat didorong oleh Menteri PKP.

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi Strategis dengan REI untuk Kebijakan Perumahan Pro Rakyat didorong oleh Menteri PKP. (FOTO: dok. Lampiran PKP)

BERITAPOPULER.CO.ID, SURABAYA – Dalam Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Surabaya pada Rabu (15/10/2025), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan pelaku usaha properti. Dorongan ini bertujuan memperkuat kebijakan perumahan yang berpihak kepada masyarakat kecil, dan acara tersebut dihadiri juga oleh Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Timur, Mochamad Ilyas, serta para pengembang anggota REI.

Menteri Ara pada kesempatan itu menyampaikan bahwa konsep rent to own (sewa untuk memiliki), yang diusulkan oleh Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) sebelumnya, kini tengah dimatangkan oleh pemerintah. Konsep ini, menurut Menteri Ara, adalah salah satu alternatif solusi agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah dengan cara yang lebih ringan dan fleksibel.

“Pemerintah terbuka terhadap berbagai usulan dari asosiasi pengembang, termasuk REI. Saya percaya REI adalah gudangnya pengembang-pengembang yang kredibel, kreatif, dan berintegritas. Karena itu, saya ingin mendengar masukan langsung dari para pelaku di lapangan, terutama dari Jawa Timur yang memiliki potensi besar dalam pembangunan perumahan rakyat,” ujar Menteri Ara, dikutip dari laman resmi pkp pada kamis (16/10/25)

Komitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih luas dengan asosiasi pengembang ditegaskan lebih lanjut oleh Menteri Ara, supaya kebijakan yang dirumuskan benar-benar lahir dari kebutuhan dan realitas di lapangan. Ia juga menambahkan bahwa setiap kebijakan pemerintah di sektor perumahan wajib mampu menjembatani kepentingan negara, rakyat, dan dunia usaha secara proporsional.

“Di sini kita diuji, bagaimana pemerintah, rakyat, terutama masyarakat kecil dan dunia usaha bisa berjalan seimbang. Saya ingin kebijakan yang lahir membawa manfaat bagi semuanya negara yang kuat, rakyat yang sejahtera, dan dunia usaha yang berkembang,” tegasnya

Langkah Menteri PKP dalam membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan pengembang disambut positif oleh Ketua DPD REI Jawa Timur, Mochamad Ilyas. Ia menilai keterbukaan pemerintah terhadap masukan dari asosiasi ini menjadi angin segar bagi dunia properti, khususnya pengembang yang berkomitmen menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Pak Menteri yang ingin membangun kebijakan berbasis dialog. Dunia usaha, terutama pengembang anggota REI, siap berkolaborasi dalam mendukung program perumahan rakyat. Kami juga berharap mekanisme KUR Perumahan bisa menjadi pintu masuk bagi pengembang kecil dan menengah untuk lebih berperan dalam penyediaan rumah bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah),” ujar Ilyas.

Jawa Timur memiliki potensi besar dalam mendukung program perumahan nasional karena ditunjang oleh jumlah pengembang aktif yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, tambah Ilyas. Ia optimistis bahwa dengan adanya skema KUR Perumahan dan konsep rent to own, target peningkatan kepemilikan rumah di kalangan masyarakat kecil bisa lebih cepat tercapai.

“Harapan kami, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan asosiasi pengembang dapat terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang solid, kita bisa mewujudkan perumahan yang tidak hanya layak huni, tetapi juga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutup Ilyas. (SIA)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: