BERITAPOPULER.CO.ID, PACITAN Jumat (10/10/2025), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan peninjauan ke Ponpes Tremas di Kabupaten Pacitan, setelah sebelumnya mengecek keandalan bangunan gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang dan Ponpes Lirboyo Kota Kediri.
Sebagai bagian dari langkah pemerintah untuk memeriksa kelayakan bangunan gedung terkait keandalan dan keselamatan bangunan pesantren di berbagai daerah, peninjauan ini dilakukan. Utamanya adalah bangunan yang sudah tua lebih dari 100 tahun serta memiliki lebih dari 1.000 santri dan memiliki bangunan 4 lantai.
Dukungan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dinyatakan dengan mengerahkan tim dari jajaran Direktorat Jenderal Cipta Karya yang telah tersebar di seluruh Indonesia. “Tim dari Direktorat Jenderal Cipta Karya tersebar di seluruh Indonesia, sehingga harapannya kita bisa cepat pengecekannya,” tambah Menteri Dody, dikutip dari laman resmi PU senin (13/10/25)
Dirjen Cipta Karya Kementerian PU Dewi Chomistriana mengatakan,”Kami dari Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan kunjungan ke ponpes yang ketiga, setelah Jombang dan Kediri. Agenda kami adalah melakukan pengecekan terhadap keandalan bangunan pondok pesantren, baik asrama, masjid, maupun fasilitas lainnya.”
Karena sudah berdiri sejak tahun 1820, Pondok Pesantren Tremas memiliki nilai sejarah tinggi. Oleh karena itu, bangunan di pondok pesantren yang sudah berusia lebih dari dua abad tersebut memerlukan audit teknis secara menyeluruh.“Karena usia pondok sudah sangat tua, kami tentu perlu melakukan pengecekan keandalan bangunan secara detail,” kata Dirjen Dewi.
Selain memeriksa bangunan lama, Kementerian PU juga meninjau proyek pembangunan kompleks madrasah baru di kawasan pesantren tersebut, di mana Dirjen Dewi mengapresiasi pelaksanaan konstruksi yang dinilai sudah memenuhi standar teknis.
“Secara umum pelaksanaan pembangunannya sudah baik. Kaidah-kaidah teknis sudah diterapkan, bahkan pekerja yang terlibat sebagian sudah bersertifikat dan pernah bekerja di proyek jalan tol,” kata Dirjen Dewi. (SIA)








