Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Trend

Heboh, Video Belasan WNI Disekap di Perbatasan Myanmar-Thailand Viral di Media Sosial

×

Heboh, Video Belasan WNI Disekap di Perbatasan Myanmar-Thailand Viral di Media Sosial

Sebarkan artikel ini
Belasan WNI yang disekap di perbatasan Myanmar-Thailand. Videonya viral di media sosial. (Tangkapan layar)

BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA– Sebuah video belasan warga negara Indonesia (WNI) yang mengaku disekap viral di media sosial. Mereka mengaku disekap selama hampir dua minggu lebih di sebuah wilayah di Myanmar. 

Tak hanya disekap, WNI ini juga mendapat perlakuan kasar dan bahkan hanya diberi makan sehari sekali. Kini mereka mengharapkan bantuan untuk segera bisa dipulangkan ke Tanah Air.

Dalam video berdurasi dua menit ini, sedikitnya ada 11 WNI dari berbagai daerah di Jawa Barat dan luar Jawa Barat yang disekap di sebuah wilayah bernama Myawaddy, Myanmar. 

Enam orang di antaranya warga Sukabumi asal Kecamatan Kebon Pedes dan Kecamatan Cirenghas, Kabupaten Sukabumi. Keenam orang itu bernama Samsul Hasan, Asep Muchsin Alatas, Ahmad Junaedi, Angga Mulyana, Ridan Anugrah, dan Sopyan Jamil.

Dalam video tersebut, mereka mengaku disekap selama hampir dua minggu lebih dan sering mendapat siksaan dari pihak perusahaan yang memperkerjakan mereka. 

Saat ini ke 11 orang WNI ini berharap bantuan Pemerintah Indonesia untuk mengevakuasi dari tempat penampungan mereka di myanmar. Diduga belasan WNI ini menjadi korban perdagangan orang dengan iming iming penghasilan puluhan juta rupiah. 

Para korban diduga disekap di wilayah konflik Myawaddy, Myanmar. Mereka semula disebut mendapatkan tawaran kerja di luar negeri hingga berujung dugaan penyekapan di Myanmar tersebut.

Salah satu korban, Samsul (39), sempat mengirim titik lokasi terakhir dirinya kepada keluarga di Sukabumi via aplikasi pesan. Pesan itu dikirim pada akhir Agustus 2024 lalu. 

Samsul (39) adalah warga Desa Kebonpedes, Sukabumi yang semula mendapat tawaran kerja di Thailand sebelum berakhir di Myanmar.

“Akhir bulan Agustus itu paman saya ngirim ke ibu saya. Mengabari di sana itu nelepon sambil nangis ingin pulang, ada sekitar satu bulan ke belakang,” kata Dani Ramdani (23) selaku sepupu korban, Kamis (12/9) mengutip dari detikJabar.

Titik koordinat peta daring yang dikirim Samsul itu terlihat korban berada di sebuah kawasan perumahan vertikal yang disebut KK Park di Myawaddy, Myanmar.

Pada 2023 lalu, sepasang pasutri asal Jakarta pun pernah disekap di kawasan tersebut setelah menjadi korban dengan skema yang sama yakni penawaran kerja yang berakhir dengan penyekapan dan paksaan untuk bekerja sebagai scammer atau dijerat ke investasi bodong.

Mengutip dari pemberitaan sejumlah media luar negeri seperti Reuters, BBC, DW, hingga South China Morning Post, KK Park diduga dikenal sebagai tempat penampungan korban perdagangan manusia. Kawasan itu berada di dekat perbatasan Myanmar-Thailand.

“Para pekerja diperdagangkan ke daerah tersebut, yang dikenal sebagai KK Park, oleh geng yang memaksa mereka untuk menipu orang secara online,” demikian ditulis di salah satu liputan investigasi khusus Reuters yang terbit 2023 lalu.

Mengutip dari detikJabar, lokasi Samsul yang dikirim ke keluarganya menunjukkan korban berada di sebuah kompleks bangunan dengan atap berwarna oranye, yang berjajar. Lokasinya hanya berjarak kurang lebih 500 meter ke arah timur laut dari pasangan pasutri asal Jakarta yang disekap pada 2023 lalu.

Keluarga Samsul  bersama korban lain yang mengalami nasib serupa, mencoba meminta bantuan dari berbagai pihak, termasuk SBMI (Serikat Buruh Migran Indonesia) di Jakarta.

“Kami sudah dua kali ke SBMI, tapi masih menunggu informasi yang jelas dari sana,” ujar Dani. (*)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: