Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Trend

Lewat Cerita dan Berkebun, Lansia Panti Jompo Bekasi Temukan Makna dan Kebahagiaan bersama Mahasiswa UI

×

Lewat Cerita dan Berkebun, Lansia Panti Jompo Bekasi Temukan Makna dan Kebahagiaan bersama Mahasiswa UI

Sebarkan artikel ini

BERITAPOPULER, JAKARTA – Memasuki usia senja, kebutuhan lansia tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga dukungan emosional, hubungan sosial, dan kesempatan untuk tetap merasa bermakna. Lansia membutuhkan ruang untuk berbagi cerita, mengekspresikan perasaan, serta menjalani aktivitas yang membuat mereka merasa dihargai dan tetap mampu berkontribusi.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) dan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menghadirkan program Wreda-Perma di Yayasan Panti Jompo Wijaya Kusuma, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Program Wreda-Perma mengadaptasi model kesejahteraan psikologis PERMA yang mencakup lima aspek, yaitu emosi positif (positive emotion), keterlibatan (engagement), hubungan positif (relationships), makna hidup (meaning), dan pencapaian (accomplishment).

Program ini bertujuan mendukung kesejahteraan psikologis sekaligus mendorong upaya pencegahan diabetes melitus pada 40 lansia berusia 56–87 tahun. Melalui pendekatan ini, lansia diajak menjalani kegiatan yang tidak hanya memperhatikan kesehatan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk membangun hubungan sosial dan menemukan kebahagiaan dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu kegiatan utama Wreda-Perma adalah sesi berbagi cerita. Sesi ini dilakukan bersama para lansia diajak untuk menceritakan pengalaman hidup yang paling bermakna, membahagiakan, dan patut disyukuri.

Sesi tersebut memberikan ruang bagi lansia untuk mengenang perjalanan hidup, mengekspresikan perasaan, serta berbagi pengalaman dengan orang lain. Kisah-kisah yang terkumpul selanjutnya akan dibukukan.

Buku ini diharapkan dapat menjadi dokumentasi pengalaman hidup lansia sekaligus bentuk penghargaan terhadap cerita dan nilai kehidupan yang mereka miliki.

Selain berbagi cerita, peserta juga mengikuti latihan relaksasi untuk membantu menciptakan suasana yang lebih tenang dan nyaman. Kegiatan lainnya adalah berkebun hidroponik, yang memberikan kesempatan kepada lansia untuk tetap aktif, terlibat dalam kegiatan produktif, dan merasakan proses merawat tanaman hingga memperoleh hasil panen.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap keterlibatan dan usaha mereka, lansia juga mendapatkan penghargaan atas hasil panen yang diperoleh. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan perasaan bangga, meningkatkan keterlibatan, serta membantu lansia menyadari bahwa mereka tetap memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal bermakna.

“Kami ingin lansia tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga merasa tetap mampu melakukan hal bermakna,” kata Ketua Tim Wreda-Perma, Nela Nurul Mutoharoh.

Program Wreda-Perma berlangsung selama empat bulan sejak Juni 2026. Pelaksanaannya dibimbing oleh dosen Fakultas Ilmu Keperawatan UI, Dr. Ns. Dwi Cahya Rahmadiyah, dan didanai melalui Hibah Program Kepedulian kepada Masyarakat UI 2026 dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan pengabdian masyarakat yang memperhatikan kebutuhan lansia secara menyeluruh, baik dari sisi kesehatan fisik maupun kesejahteraan psikologis.

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim Wreda-Perma juga menyiapkan buku Caregiver Hebat, Lansia Sehat: Panduan Praktis Merawat Lansia dengan Diabetes. Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi pengelola panti dan caregiver dalam mendampingi lansia, khususnya dalam perawatan lansia dengan diabetes melitus.

Dengan adanya panduan tersebut, kegiatan pendampingan diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan lansia.

Melalui Wreda-Perma, mahasiswa UI berupaya menghadirkan pendekatan pendampingan lansia yang tidak hanya berfokus pada perawatan fisik, tetapi juga memberikan ruang bagi cerita, hubungan sosial, dan makna hidup.

Program ini diharapkan dapat menginspirasi pengembangan kegiatan pendampingan lansia yang lebih humanis dan berkelanjutan, sehingga para lansia dapat menjalani usia senja dengan perasaan dihargai, tetap terlibat, dan menemukan kebahagiaan dalam keseharian.

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: