Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Trend

Transformasi Sektor Air Minum Menuju Indonesia Emas 2045

×

Transformasi Sektor Air Minum Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Transformasi Sektor Air Minum Menuju Indonesia Emas 2045.
Transformasi Sektor Air Minum Menuju Indonesia Emas 2045. (FOTO : Dok. Ist)

BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Water Forum (IWF) adalah agenda dua tahunan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI), Berbagai isu dan gagasan akan coba diangkat di forum yang mengusung tema; “Transformasi Sektor Air Minum Menuju Indonesia Emas 2045.”

IWF ke-5, yang diselenggarakan di Jakarta Internasional Expo (JIExpo) Kemayoran, 28-31 Agustus 2024, adalah forum diskusi terkait topik-topik hangat seputar penyediaan air minum dan sanitasi yang menghadirkan narasumber dari dalam maupun luar negeri.

Para narsumber akan berbicara seputar transformasi sektor air minum menuju Indonesia Emas 2045, mulai terkait Tata Kelola, Digital dan Inovasi Teknologi, Alternatif Pembiayaan, Perizinan dan Pajak Air Baku, Penurunan Kehilangan Alr (Non-Revenue Water) dan Transformasi Pengelolaan Air Limbah, serta Kerjasama Penyelenggaraan SPAM dengan Mekanisme B to B.

Terkait tata kelola, sebagaimana diketahui, salah satu prasyarat menuju Indonesia Emas 2045 adalah keberhasilan pelayanan di sektor air minurn. Data menunjukkan, di usia 79 tahun Kemerdekaan RI, hanya 20 persen cakupan pelayanan air minum perpipaan oleh penyelenggara SPAM/PDAM/BUMD AM atau sekitar 15 juta sambungan rumah di seluruh wilayah NKRI.

Apabila tidak ditangani secara serius, tentunya sektor penyediaan air minum melalui perpipaan bisa menjadi penghambat menjadi negara maju di tahun 2045. “Untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045, dibutuhkan transformasi tata kelola air minum yang komprehensif,” ujar Wakil Ketua Umum PERPAMSI Arief Wisnu Cahyono.

Dikatakan, banyak negara sudah melakukan transformasi tata kelola air minum dan menunjukkan hasil yang signifikan, contohnya Portugal dan negara tetangga, Malaysia. Walau demikian, Portugal membutuhkan waktu 20 tahun untuk melihatkan hasil yang signifikan. Pun demikian, negara tetangga, Malaysia, sudah jauh lebih dulu melakukan transformasi tata kelola air minum dengan langkah-langkah yang jelas setiap tahunnya.

Topik tata kelola ini menjadi sangat menarik karena akan menghadirkan pembicara para pelaku bisnis penyediaan air di kedua negara tersebut.

Topik yang juga sedang menjadi isu panas di kalangan penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) alias PAM/BUMD AM, adalah terkait perizinan air baku yang kerap mengalami kendala yang kompleks dan birokratis.

Studi kasus perizinan pada Perusahaan Air Minum menunjukkan bahwa tumpang tindih kewenangan antarinstansi, lambatnya proses perizinan, serta persyaratan yang tidak konsisten menjadi penghambat utama. Kondisi saat ini memerlukan pembenahan untuk memastikan bahwa perizinan berjalan lebih efisien dan mendukung pengembangan infrastruktur air minum.

Di forum yang membahas carut-marut perizinan air baku tersebut, dilaksanakan dengan tujuan mengidentifikasi kelemahan regulasi saat ini, termasuk pembatasan pengambilan mata air dan pajak seperti PPN atas Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air (BJPSDA), Pajak Air Permukaan, dan Pajak Air Tanah.

Selain itu juga untuk mengeksplorasi solusi menyederhanakan proses perizinan air baku SPAM, mengatasitumpang tindih kewenangan, dan mempercepat proses perizinan dalam mendukung pengembangan Infrastruktur air minum.

Topik pembiayaan sektor air minum juga menarik untuk ditelisik karena merupakan salah satu faktor kunci untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045. Untuk itu, diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan perusahaan air minum (PAM). Beberapa PAM telah berhasil menjajaki investasi dengan skema Business to Business (B to B) maupun Kontrak Berbasis Kinerja (KBK).

Namun demikian, jumlah PAM yang mengakses alternatif pembiayaan ini masih sangat terbatas sehingga dibutuhkan sebuah transformasi untuk memperluas jangkauan alternatif pembiayaan sehingga lebih banyak PAM yang dapat mengakses pembiayaan tersebut.

PERPAMSI Awards

Selain kegiatan forum/diskusi dengan topik-topik yang sedang hit di kalangan perairminuman, akan diselenggarakan pula penganugerahan PERPAMSI AWARDS untuk beberapa kategori/cluster yakni: People; Process; Technology dengan Tim Juri yang berlatar belakang akademisi dan profesional.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberi apresiasi dan motivasi kepada Anggota PERPAMSI yang konsisten menunjukkan perhatian dan komitmen luar biasa dalam pengembangan perusahaan serta pelayanan air minum.

Agenda lain yang tak kalah penting adalah Pameran/Expo yang bekerja sama dengan Pamerindo dengan tema pameran “Indonesia Energy & Engineering Series”, bidang air dan sanitasi termasuk didalamnya.

IWF akan dihadiri para stakeholder air minum dan sanitasi, pelaku (operator), akademisi/pakar, kalangan bisnis, baik dari dalam dan luar negeri.Hal tersebut sangat dimungkinkan karena event ini memang dirancang dengan cakupan masalah yang lebih luas daripada sekadar forum.

Artinya, IWF akan menjembatani kepentingan bisnis air minum dan sanitasi. Di forum ini, para peserta disuguhi penjelasan komprehensif dari para pembicara yang qualified di bidang masing-masing. Baik dari level pemerintah, pakar maupun para pelaku bisnis air itu sendiri. (*)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: