Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Trend

Kena Lempar Batu saat Massa, Habiburokhman: Dulu Kami Lempar-Lemparan Juga

×

Kena Lempar Batu saat Massa, Habiburokhman: Dulu Kami Lempar-Lemparan Juga

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan pengumuman kepada demonstran bahwa DPR tidak akan merevisi UU Pilkada. (KOMPAS.com/RIZKY SYAHRIAL)

BERITAPOPULER, JAKARTA – Massa peserta aksi unjuk rasa RUU Pilkada telah mulai memadati pintu belakang Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/8/2024).

Berdasarkan pantauan beritapopuler.co.id pada pukul 14.53 WIB, peserta aksi yang terlihat mengenakan jaket almamater universitas terlihat sudah menunggu di pintu masuk kawasan DPR yang terletak di seberang Lapangan Tembak, Senayan.

“Hidup mahasiswa!,” ujar orator sambil diikuti oleh peserta aksi lainnya.

Aparat kepolisian  sudah bersiaga di balik pagar pintu pos pengamanan. Mereka sudah mengenakan pakaian taktis dan tameng.

Satuan yang terlihat bersiaga yakni Korps Shabara dan Brimob. Kendaraan taktis juga disiapkan di belakang barisan Korps Shabara yang langsung berhadapan dengan para peserta aksi.

Peserta aksi meminta agar dibiarkan masuk ke Kompleks Parlemen, untuk bertemu dengan para anggota dewan berkaitan dengan RUU Pilkada.

“Panggil baleg-baleg, panggil Bapak Sufmi Dasco. Para koalisi KIM plus itu membuat suatu kekacauan di konstitusi ini,” ujar orator di aksi tersebut.

Adapun perwakilan DPR meliputi Ketua Baleg DPR Wihadi Wiyanto, Wakil Ketua Baleg DPR Achmad Baidowie dan Anggota Baleg Habiburokhman sebelumnya sempat menemui massa aksi yang berdemo di bagian depan kompleks parlemen.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengaku terkena beberapa kali lemparan botol saat menemui massa aksi protes terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada yang memadati depan gerbang utama kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (22/8/2024).

 

Kepada wartawan sambil menunjuk jidatnya, dia mengatakan hal itu merupakan risiko dirinya sebagai wakil rakyat. Dia menemui massa aksi bersama Ketua Badan Legislasi DPR RI Wihadi Wiyanto dan Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Achmad Baidowi sekitar pukul 12.50 WIB.

“Dulu kita juga yang demo di depan ya. Kita juga tukang lempar-lempar,” kata Habiburokhman setelah menemui massa aksi.

Ketika menemui massa, sejumlah legislator itu menyampaikan bahwa pengesahan RUU Pilkada tidak jadi dilakukan karena sidang paripurna ditunda atau batal digelar pada Kamis ini.

Namun penyampaian itu tidak berlangsung lama karena situasi massa tidak kondusif setelah adanya oknum yang melakukan pelemparan botol.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra itu memastikan kepada massa aksi bahwa para legislator di DPR juga memperjuangkan aspirasi rakyat.

Habiburokhman, Wihadi, dan Baidowi, menemui massa setelah dijemput oleh Presiden Partai Buruh Said Iqbal. Adapun Partai Buruh merupakan salah satu organisasi yang paling pertama menyampaikan protes dan rencana melakukan aksi di depan gedung wakil rakyat itu.

Sebelumnya, RUU Pilkada itu menuai pro dan kontra karena dinilai dibahas secara singkat pada Rabu (21/8) oleh Badan Legislasi DPR RI. Pasalnya pembahasan itu dinilai tak sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi yang diputuskan pada Selasa (20/8) tentang syarat pencalonan pada Pilkada.

Adapun polisi telah menyiapkan sebanyak 2.975 personel untuk mengantisipasi pengamanan unjuk rasa di dua kawasan itu yakni Gedung MK dan MPR/DPR RI. Jumlah personel tersebut terdiri dari satuan tugas daerah (Satgasda) sebanyak 1.881 personel, satuan tugas resor (Satgasres) sebanyak 210 personel, bawah kendali operasi (BKO) TNI dan pemerintah daerah sebanyak 884 personel.

DPR juga memutuskan untuk menjadwalkan ulang sidang paripurna pengesahan RUU Pilkada setelah jumlah anggota dewan yang hadir tidak memenuhi kuorum.

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: