Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Populis

PDIP Wajib Calonkan Penggoda Iman Politik Pemilih PKS

×

PDIP Wajib Calonkan Penggoda Iman Politik Pemilih PKS

Sebarkan artikel ini

Mohammad Muchsin
Pemimpin Redaksi Beritapopuler.co.id

BERITAPOPULER.CO.ID – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60/PUU-XXII/2024 pada Selasa 20 Agustus 2024, yang mengubah ambang batas untuk syarat pencalonan kepala daerah, sekejap mengubah peta perpolitikan pilkada serentak, terutama di DKI Jakarta. MK mengubah syarat pengusungan pasangan calon Pilkada Serentak 2024. Salah satu isinya, parpol di provinsi dengan penduduk 6 juta jiwa sampai 12 juta jiwa, bisa mengusung calon jika memperoleh suara 7,5 persen. Aturan ini disamakan dengan calon perseorangan. Dengan ketentuan ini, PDIP yang awalnya hampir mati langkah dan cuma bisa jadi penonton, kini dapat mencalonkan jagonya di Pilkada DKI Jakarta karena perolehan suaranya mencapai 14 persen.

Tiket untuk memajukan calon ini harus jeli diberikan PDIP kepada orang yang tepat. Bukan menafikan partai lain pengusung Ridwan Kamil- Suswono, sejatinya menurut penulis lawan berat PDIP adalah PKS sebagai pemenang pemilu DKI Jakarta. Shohih kalau PKS adalah partai yang punya pendukung yang solid dan sami’na wa ato’na (kami mendengar dan kami taat). Artinya hampir semua pemilih PKS di Jakarta pada pemilu Februari lalu akan tetep solid memilih RK-Suswono jika PDIP salah mengusung calon gubernur. Apalagi calon wagub RK adalah kader PKS. Oleh karenanya PDIP harus mencalonkan sosok yang mampu menggoyahkan iman politik pemilih PKS.

Kader PDIP sekaliber Ahok yang perkasa di Jakarta, menurut penulis sulit untuk merebut suara PKS yang secara historis masih ada sisa ‘gesekan’ masa lalu. Sementara RK justru punya kedekatan historis dengan PKS saat menjadi walikota Bandung. Begitu pun kader lain seperti Djarot Saiful Hidayat, Hendar Prihadi, dan Tri Rismaharini, meski mereka beprestasi bakal sulit merebut suara PKS jika dicalonkan sebagai gubernur.

Dari gambaran di atas, kencangnya aspirasi agar PDIP mencalonkan Anies Baswedan harus segera ditangkap PDIP menjadi peluang kemenangan. Anies punya historis yang lebih kental dan manis dengan pemilih PKS dan kalangan Islam perkotaan dibanding RK. Di sisi lain Anies juga punya daya tarik yang dipersepsikan sebagai orang yang santun dan agamis. Karenanya Anieslah yang dapat menggoda iman politik pemilih PKS sehingga berpindah dukungan.

Kemudian PDIP mesti duetkan Anies dengan sosok yang nasionalis tapi tidak membuat pemilih PKS dan kalangan islam perkotaan alergi. Nama Rano Karno dan Hendar Prihadi bisa dipertimbangkan untuk menjadi pendamping Anies.(*)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: