Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Daerah

Paus Fransiskus Mengenakan Udeng Khas Osing Banyuwangi

×

Paus Fransiskus Mengenakan Udeng Khas Osing Banyuwangi

Sebarkan artikel ini
Paus Fransiskus (duduk) mengenakan udeng khas Masyarakat Osing, Banyuwangi, saat bertemu dengan organisasi kepemudaan lintas iman di Vatikan, Rabu (21/8/2024). Udeng Osing menggambarkan makna keselarasan dan pengendalian diri. (Arsip AM Putut Prabantoro)

BERITAPOPULER.CO.ID, BANYUWANGI – Seorang Romo atau Imam agama Katolik mengenakan udeng (penutup kepala) khas suku Osing, Banyuwangi, langsung ke kepala Paus Fransiskus. Peristiwa itu terekam dalam video berdurasi sekitar 25 detik. Video itu lantas beredar di aplikasi pesan singkat dan media sosial.

Romo yang tampak dalam video tersebut ialah RD Fadjar Tedjo Soekarno. Ia adalah Imam Keuskupan Malang, yang memang dekat dengan budaya Osing, suku asli Banyuwangi. Tak mengherankan mengingat Fadjar pernah bertugas lama di Banyuwangi.

Tugasnya sebagai Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Banyuwangi pada 2006 hingga 2012 yang mengantarkannya dalam perjumpaan bersama masyarakat adat Osing di Desa Kemiren. Udeng yang ia kenakan di kepala Paus Fransiskus juga merupakan pemberian dari umat di Desa Kemiren, Banyuwangi.

Saat memasangkan udeng tersebut, Romo Fadjar yang kini bertugas di Keuskupan Malang mengenakan pakaian khas Oseng warna hitam. Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan bertemu Sri Paus, apalagi sampai bersedia mengenakan udeng khas Oseng.

Saat Romo Fadjar bertugas di Banyuwangi, dia sangat diterima dengan tangan terbuka oleh komunitas Oseng di Desa Kemiren. Karena kedekatan ini, Romo Fadjar kerap terlibat dalam setiap kegiatan ider bumi dan dinobatkan sebagai warga kehormatan Kemiren.

Fadjar Tedjo Soekarno Imam dari Keuskupan Malang memasangkan udeng Osing, Banyuwangi, kepada Paus Fransiskus di Vatikan, Rabu (21/8/2024). Udeng Banyuwangi memiliki kekhasan bentuk segitiga di sisi kiri dan kanan. Segitiga itu mewakili nilai-nilai keselarasan. (Arsip AM Putut Prabantoro)

Dilansir dari Harian Kompas, Fadjar yang masih berada di Vatikan mengatakan, dia berkunjung ke Vatikan untuk menemani perwakilan organisasi kepemudaan lintas iman yang beraudiensi dengan Paus Fransiskus. Perjalanan tersebut juga menjadi perayaan 25 tahun dirinya ditahbiskan menjadi seorang Imam.

Fadjar tahu akan ikut beraudiensi dengan Paus Fransiskus. Namun, ia tak pernah menyangka bisa bersua muka sedekat itu dengan Paus.

“Udeng suku Osing, Banyuwangi, itu sengaja saya bawa. Kalau bisa saya berikan kepada Paus Fransiskus, ya, saya berikan. Kalau tidak bisa bertemu langsung dengan Paus Fransiskus, ya, akan saya berikan kepada orang Italia yang saya temui,” ujarnya seperti dikutip Harian Kompas.

Beruntung Paus Fransiskus berkenan menerima rombongan perwakilan organisasi kepemudaan lintas iman dari Indonesia beserta Fadjar. Di hadapan Bapa Suci, Fadjar memberikan sebuah kotak berisi udeng atau penutup kepala tradisional. Dengan izin Bapa Suci dan pengawalnya, Fadjar mengenakan udeng tersebut.

”Ndredeg saya. Saya cuma bisa bilang ”Bapa Suci…. Berkenan?” katanya.

Setiawan Subekti selaku pemilik Sanggar Genjah Arum, Kemiren, membenarkan kalau udeng yang dikenakan pimpinan tertinggi Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus di Vatikan berasal dari Kemiren. Udeng dipilih motif yang paling bagus dengan kualitas bahan yang bagus pula. Ada lima udeng yang dibawa Romo Fadjar ke Vatikan.

”Saya sampai tidak tidur untuk menyiapkan udeng tersebut. Ini kejadian sangat langka, udeng khas Kemiren dikenakan oleh pimpinan tertinggi Gereja Katolik dunia. Selain dikenakan oleh Bapa Suci Paus Fransiskus, udeng juga dikenakan oleh Dubes Besar RI untuk Takhta Suci (KBRI Vatikan) Michael Trias Kuscahyanto,” ujar Iwan.

Iwan merasa bangga budaya Oseng menggaung sampai level dunia. Setelah mengenakan udeng, Bapa Suci Paus langsung mengucapkan terima kasih untuk masyarakat adat Oseng.

”Kata Romo Fadjar, Bapak Suci Paus sangat tertarik dengan udeng khas Oseng. Sekali lagi ini kejadian langka. Bapa Paus sangat konsen pada manusia dan budaya maka beliau meminta saya untuk memasangkan udeng,” kata Iwan menirukan ucapan Romo Fadjar.

Romo Fadjar Soekarno memasangkan udeng kepada pimpinan tertinggi Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus di Vatikan pada Rabu lalu (21/8/24).

Pada Rabu (21/8/24) pimpinan organisasi kepemudaan lintas agama menemui Sri Paus di Vatikan. Kunjungan bersejarah dilakukan ke Vatikan untuk memulai kampanye Dokumen Abu Dhabi.

Kunjungan dipimpin oleh Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin dengan melibatkan sejumlah pemimpin organisasi pemuda lintas iman lainnya.

Rombongan terdiri dari Ketua Umum Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat MP Sinurat, serta Ketua Umum Pemuda Hindu (Paradah) I Gede Ariawan. Hadir pula dalam rombongan Romo Fadjar Tedjo Soekarno Pr yang bertugas di Keuskupan Malang.

Pada tanggal 3 September 2024 nanti, Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia. Kedatangan pemuda lintas agama ini seperti menjemput kedatangan Paus ke Indonesia.

Kunjungan pemuda lintas agama ke Vatikan ingin memperlihatkan kepada dunia mengenai pandangan umat beragama di Indonesia, bahwa lintas agama sudah berabad-abad bisa rukun dan damai.

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: