BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA – Pusat Bahasa dan Kebudayaan Tiongkok Belt & Road Chinese Center (BRCC) Indonesia dengan bangga mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia dengan BRCC Indonesia serta universitas-universitas ternama di Tiongkok. Kerjasama ini bertujuan untuk memperluas jaringan akademik, membangun sinergi strategis, serta memperkuat kolaborasi pendidikan antara kedua negara.
Maruf Mollah, CEO BRCC Global, menyatakan, “Kedepannya BRCC pastinya berharap dapat terus mengajak lembaga pendidikan lainnya untuk ikut berkolaborasi untuk memajukan mutu dan kualitas baik dari sisi lembaga, tenaga pendidik, hingga peserta didik. Sebagai lembaga yang terus berusaha untuk meningkatkan kolaborasi dan kooperasi antar Indonesia dan Tiongkok, BRCC yang ada di Indonesia akan terus bersemangat untuk mendorong dan memfasilitasi berbagai kebutuhan kerjasama pendidikan dan kebudayaan antar lembaga-lembaga.”

MoU ini melibatkan beberapa SMA dan lembaga pendidikan seperti Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU DKI Jakarta, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, BRCC Indonesia, SMA Francis, SMA Bouna Ventura, dan SMA-SMK Mutiara Bangsa. Sementara itu, universitas-universitas yang menandatangani kerjasama ini meliputi Beihang University (BUAA), China University of Petroleum, Beijing (CUPB), dan Harbin Engineering University (HEU). Perwakilan dari Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) turut menyaksikan acara penandatanganan ini.
Dengan adanya MoU ini, siswa dari berbagai SMA yang terlibat akan memiliki peluang untuk melanjutkan studi di universitas rekanan di Tiongkok serta mendapatkan fasilitas subsidi dari pemerintah Tiongkok. Fasilitas tersebut meliputi program kuliah bersubsidi untuk jenjang S1, S2, maupun D3+magang, program pengembangan bahasa Mandarin, persiapan dan ujian seleksi untuk program study camp, serta program short course bagi guru dan peserta didik madrasah/sekolah.
Selain itu, kerjasama ini memungkinkan peningkatan kualitas guru dan peserta didik melalui berbagai program seperti pertukaran guru dan dosen, pertukaran mahasiswa jangka pendek maupun panjang, penelitian bersama, konferensi akademik, seminar/workshop, serta pertukaran materi pengajaran dan kurikulum.
Veby Milian Kesuma S.S, MTCSOL, Direktur BRCC Indonesia, mengungkapkan, “Dengan kegiatan ujian tanggal 22 Februari kemarin dan penandatangan MOU hari ini, semoga BRCC Indonesia bisa memberikan lebih banyak kemudahan dan menjadi jembatan kerjasama yang lebih besar bagi institusi-institusi pendidikan yang ada di Indonesia maupun Tiongkok, dan membuat hubungan bilateral kedua negara menjadi lebih baik. Selain bertujuan untuk semakin meningkatkan jumlah pelajar Indonesia yang berkuliah ke Tiongkok, MoU ini juga bertujuan untuk semakin meningkatkan kolaborasi dan menciptakan simbiosis mutualisme yang akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan tingkat lanjut dari SMA/ SMK yang ada di Indonesia untuk bisa bertaraf internasional.”
Tentang Belt And Road Chinese Center
Belt and Road Chinese Center merupakan pusat pertukaran bahasa dan budaya Tiongkok yang bertujuan untuk mendukung mereka yang ingin melanjutkan pendidikan di universitas-universitas Tiongkok, bekerja di perusahaan-perusahaan Tiongkok, menjalin hubungan dagang antar perusahaan, serta berbagai kebutuhan lainnya. Dengan semakin berkembangnya kebutuhan akan bahasa Mandarin, BRCC hadir untuk membantu lebih banyak orang asing belajar bahasa Mandarin dengan mendirikan pusat bahasa di seluruh dunia.(lis)




