BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyambut kesepakatan dengan Thailand untuk memperkuat mekanisme bilateral guna mempererat hubungan dan kerja sama di berbagai bidang.
Dilansir dari ANTARA pada Kamis (13/03/2025). Hal tersebut disampaikan Menlu RI saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat, di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Jakarta, Rabu (12/3).
Menurut Kemlu RI, Kamis, Menlu Sugiono menekankan bahwa revitalisasi mekanisme bilateral, termasuk setingkat menteri, akan memperkuat kerja sama politik, ekonomi, investasi, hubungan masyarakat, dan pembangunan.
Penguatan kerja sama ini menjadi semakin signifikan karena tahun ini menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Thailand, yang resmi terjalin sejak 7 Maret 1950.
Pada kesempatan itu, Sugiono menyambut baik komitmen untuk merencanakan kunjungan pejabat tinggi Indonesia ke Thailand dalam waktu dekat.
Selain itu, ia mengapresiasi dukungan dan kerja sama Pemerintah Thailand dalam memfasilitasi repatriasi WNI korban TPPO, terutama kasus penipuan daring, dari perbatasan Thailand-Myanmar.
Thailand berperan sebagai negara transit bagi WNI korban TPPO yang dipulangkan dari Myanmar. Setelah meninggalkan Myanmar, mereka akan menjalani proses pra-pemulangan di Bangkok sebelum kembali ke Indonesia.
Kemlu RI menyatakan bahwa Thailand adalah mitra strategis Indonesia dalam perdagangan dan investasi. Pada 2024, total perdagangan bilateral mencapai 17 miliar dolar AS, sementara investasi Thailand di Indonesia tercatat sebesar 389,7 juta dolar AS.
Thailand juga berperan sebagai mitra strategis di kawasan dalam memperkuat sentralitas ASEAN, menyelesaikan isu Myanmar, dan menangani kejahatan lintas batas. (jek)




