BERITAPOPULER.CO.ID, BALI – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menerima keinginan Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB untuk menjabat Ketua Dewan Syura PKB. Sebelum menerima mandat tersebut, ia sempat mengajukan sejumlah syarat. Apa syarat dimaksud?
Kiai Ma’ruf menyampaikan menerima keputusan Muktamar PKB itu dalam pidatonya saat acara penutupan Muktamar PKB, di Denpasar, Bali, Minggu (25/8/2024). Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar serta pengurus pusat dan daerah PKB.
Sebelum menerima jabatan itu, Kiai Ma’ruf menuturkan sejumlah syarat ke PKB. Syarat yang dimaksud adalah Dewan Syura PKB harus diposisikan sebagaimana mestinya. Hal-hal yang strategis harus diputuskan Dewan Syura bersama Ketua Umum PKB. Kemudian garis perjuangan PKB harus tetap Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah. Syarat-syarat itu sempat diajukan ke Gus Imin dan sejumlah elite PKB.
“Muhaimin dan yang lainnya bilang gak ada masalah (dengan syarat yang diajukan). PKB memang seperti itu, kata mereka. Saya bilang, kalau seperti itu, gak ada masalah di PKB. Karena yang dipermasalahkan katanya Dewan Syura tidak berfungsi. Tapi kalau sudah dibilang begitu, berarti gak ada masalah lagi. Maka selesai, terus apa lagi yang dipersoalkan? Selesailah masalah konflik yang terjadi itu. Saya kira sudah selesai,” jelas Kiai Ma’ruf.
Seperti diketahui, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sempat mempersoalkan soal tereduksinya peran Dewan Syura saat PKB dipimpin Muhaimin Iskandar. Kekuasaan bahkan disebut semakin terpusat pada Muhaimin. PBNU dan PKB belakangan larut dalam konflik. Konflik ini mulai mengemuka saat kedua institusi berbeda sikap menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Melihat konflik tersebut, Kiai Ma’ruf sempat mengungkapkan keprihatinannya. Beliau bahkan sempat menyatakan kesiapannya jika ditunjuk sebagai mediator agar islah terjadi. Sebab, Kiai Ma’ruf menceritakan dirinya berniat menikmati hari tua dengan kembali ke pesantren mengurus santri setelah tak lagi menjabat Wakil Presiden pada Oktober mendatang.
“Namun, para kiai memplokoto saya supaya saya bersedia menjadi Ketua Dewan Syura. Kalau kiai sudah minta itu susah, nolaknya susah, apalagi untuk jadi Ketua Dewan Syura PKB,” tambah Kiai Ma’ruf.
Ditambah lagi, Kiai Ma’ruf mengaku sulit untuk melupakan PKB. Pasalnya, ia bersama sejumlah kiai ikut mendirikan PKB pada 1998. Ia memimpin Tim Lima bentukan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang membidani lahirnya PKB. Saat itu, Kiai Ma’ruf masih menjabat Rais Suriyah/Koordinator Harian PBNU. Kemudian setelah PKB terbentuk, Kiai Ma’ruf mengisahkan, dipercaya menjabat Ketua Dewan Syura PKB.
“Jadi, kalau saya Ketua Dewan Syura lagi, maka Ketua Dewan Syura setelah 26 tahun. Ini masuk rekor Muri kayaknya ini. Dulu Muhaimin masih Sekjen. Sekarang sudah ketua umum berkali-kali,” ujar Kiai Ma’ruf.
Lebih lanjut menurutnya, demi kebaikan dan kemaslahatan bersama, Kiai Ma’ruf memutuskan untuk menerima jabatan Ketua Dewan Syura PKB yang dipercayakan padanya.








