BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA– Sering dikira sebagai merek cokelat dari luar negeri, ternyata SilverQueen adalah coklat asli Indonesia yang diproduksi dari tahun 1950-an, lho! Namun, siapa pemilik SilverQueen?
Cokelat bukan sekadar camilan manis. Bagi banyak orang, cokelat adalah simbol kasih sayang, kejutan di hari istimewa, hingga bentuk perhatian bagi orang terdekat.
Dari sekian banyak merek cokelat yang beredar, SilverQueen adalah salah satu yang paling melekat di hati masyarakat Indonesia.
Bukan hanya karena rasanya yang khas, tetapi juga karena citranya yang erat dengan momen kebersamaan.
Sejak dulu, SilverQueen identik dengan cokelat untuk pasangan, hadiah bagi orang terkasih, hingga simbol kasih sayang dalam berbagai kesempatan.
Namun, meski begitu populer, masih banyak yang belum tahu asal-usul cokelat ini.
Apakah SilverQueen benar-benar produk cokelat luar negeri? Atau justru bagian dari industri lokal yang telah mendunia? Mari kita telusuri lebih jauh.
Sejarah SilverQueen
Nama SilverQueen memang terdengar kebarat-baratan, sehingga banyak orang mengira ini adalah cokelat impor.
Namun faktanya, SilverQueen adalah produk asli Indonesia yang sudah ada sejak 1950-an dan terus berkembang hingga ke pasar internasional.
Cokelat ini pertama kali diproduksi oleh PT Perusahaan Industri Ceres, sebuah perusahaan lokal yang berfokus pada produk cokelat.
Salah satu terobosan terbesarnya adalah menciptakan cokelat batangan yang mampu bertahan di iklim tropis, sesuatu yang sebelumnya sulit dilakukan di Indonesia.
Awalnya, produksi SilverQueen dilakukan di Garut, Jawa Barat. Namun, seiring pertumbuhan bisnisnya, pada 1955 operasionalnya dipindahkan ke Bandung.
Di kota ini, SilverQueen semakin berkembang pesat, terutama setelah menjadi salah satu suguhan dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1995.
Saat itu, para pemimpin dunia yang hadir mencicipi cokelat ini, bahkan Presiden Soekarno sendiri mengapresiasi kualitasnya.
Sejak momen tersebut, SilverQueen mulai dikenal lebih luas dan semakin dicintai oleh masyarakat Indonesia.
Siapa Pemilik SilverQueen?
PT Perusahaan Industri Ceres yang memproduksi cokelat SilverQueen dimiliki dan didirikan oleh Ming Chee Chuang, seorang pengusaha keturunan Tionghoa asal Myanmar yang datang ke Indonesia di akhir tahun 1940-an.
Pada masa itu, industri cokelat di Indonesia masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan Belanda.
Melihat peluang tersebut, Ming memutuskan untuk membeli NV Ceres, sebuah usaha kecil yang berfokus pada perkebunan kakao di Garut.
Namun, menjalankan bisnis cokelat di Indonesia bukan hal mudah. Salah satu tantangan terbesarnya adalah iklim tropis yang membuat cokelat mudah meleleh.
Untuk mengatasi masalah cokelat meleleh ini, Ming melakukan inovasi dengan mencampurkan cokelat dengan kacang mete, yang membuat teksturnya lebih padat dan tidak mudah mencair.
Tidak disangka, inovasi ini justru menjadi ciri khas SilverQueen yang bertahan hingga sekarang.
Setelah membangun bisnisnya selama bertahun-tahun, Ming kemudian menyerahkan tongkat estafet kepada anak-anaknya, John dan Joseph Chuang.
Mereka tidak hanya mempertahankan warisan sang ayah, tetapi juga mengembangkan bisnis ke tingkat internasional dengan mendirikan Petra Food di Singapura pada tahun 1984.
Perjalanan SilverQueen Menembus Pasar Global
Di bawah kepemimpinan generasi kedua, SilverQueen tidak hanya sukses di Indonesia, tetapi juga berhasil memasuki pasar internasional.
John dan Joseph Chuang memperluas bisnis keluarga dengan mendirikan Petra Food, sebuah perusahaan yang menaungi berbagai merek cokelat, termasuk SilverQueen.
Petra Food kini menjadi salah satu pemain besar di industri cokelat Asia, dengan distribusi yang luas ke negara-negara seperti Filipina, Thailand, hingga Jepang.
Tidak hanya SilverQueen, Petra Food juga memproduksi berbagai merek cokelat lain, seperti Delfi, Chunky, dan meises Ceres. (*)








