Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Daerah

Kemenag Akan Gelar Semiloka Moderasi Beragama di Kampus

×

Kemenag Akan Gelar Semiloka Moderasi Beragama di Kampus

Sebarkan artikel ini
Badan Litbang dan Diklat Kemenag melakukan audiensi dengan Ditjen Dikti Kemendikbudristek.
Badan Litbang dan Diklat Kemenag melakukan audiensi dengan Ditjen Dikti Kemendikbudristek. (FOTO: Dok. Times Indonesia)

JAKARTA – Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) berupaya melakukan penguatan Moderasi Beragama di lingkungan perguruan tinggi umum dengan berencana membuat Seminar dan Lokakarya (semiloka) Moderasi Beragama 2024.

Salah satu cara memperkuat program moderasi beragama di lingkungan Perguruan Tinggi umum, Badan Litbang dan Diklat Kemenag yang dipimpin langsung Kepala Badan Suyitno melakukan audiensi ke Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek pada Kamis (11/7/2024) lalu.

Bersama pejabat Badan Litbang dan Diklat Kemenag serta jajaran Ditjen Dikti Kemendikbudristek, Suyitno menegaskan pentingnya penguatan Moderasi Beragama yang telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023.

“Moderasi Beragama adalah mandat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang memerlukan kerja sama berbagai pihak di lingkungan kampus,” ucap Suyitno dalam keterangan pers yang diterima TIMES Indonesia, Minggu (14/7/2024).

Menurut Suyitno, Badan Litbang dan Diklat Kemenag ingin membangun ekosistem Moderasi Beragama di lingkungan kampus agar semua kampus yang menjadi sasaran Moderasi Beragama ke depannya sudah familiar dengan moderasi beragama itu sendiri.

“Selain itu, juga memastikan para dosen dan civitas akademika lainnya memiliki kesadaran kolektif terhadap moderasi beragama,” ujar Suyitno yang juga didampingi Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kemenag Arskal Salim.

Dukungan Kemendikbudristek

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Abdul Haris, menyatakan Semiloka Moderasi Beragama tahun 2024 merupakan bagian penting dalam upaya memberantas tiga dosa besar di lingkungan pendidikan tinggi yaitu perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.

“Moderasi Beragama ini adalah upaya kita untuk menegaskan bahwa kita benar-benar memerangi intoleransi. Saya pikir ini peran dari perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk terus menjaga masalah intoleransi ini agar kehidupan beragama bisa hidup berdampingan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Abdul Haris.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbudristek, Tjitjik Sri Tjahjandarie menambahkan bahwa Semiloka Moderasi Beragama yang diselenggarakan Balitbang Diklat Kemenag tahun 2024 ini diharapkan dapat menumbuhkan dan mengungkapkan praktik-praktik baik terkait moderasi beragama serta bersinergi dengan kebijakan yang ada di Kemendikbudristek.

“Semoga acara Semiloka Moderasi Beragama ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses serta menghasilkan rumusan-rumusan yang dapat memberikan rekomendasi terhadap kebijakan-kebijakan Kementerian ke depannya,” tandasnya. (*) 

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: