BERITAPOPULER.CO.ID,JAKARTA -Siapa bilang umur jadi penghalang buat sukses besar? Sandi Purnama, pemuda di balik brand home living Finetrus, baru saja membuktikan kalau konsistensi di usia muda bisa berbuah manis. Di usianya yang baru 23 tahun, Sandi sukses membawa bisnis spreinya masuk ke jajaran top tier di Shopee Mall dan menjadi inspirasi UMKM “Sukses Berkarya Sebelum 30”.
Berawal dari “Door-to-Door” Saat Kuliah
Perjalanan Finetrus ternyata jauh dari kata instan. Sandi memulai semuanya dari nol saat masih duduk di bangku kuliah. Bukan langsung punya pabrik, ia justru menjajakan sprei dan sarung bantalnya secara offline ke teman-teman kampus hingga buka lapak di pasar kaget.
Dari pengalaman “turun ke jalan” itulah, Sandi paham betul apa yang dimau pasar: sprei yang nggak cuma adem dipakai, tapi juga sedap dipandang. Nama Finetrus sendiri diambil dari kata Fine dan Terus, sebuah doa agar bisnisnya bisa memberikan kenyamanan yang berkelanjutan bagi konsumennya.
Titik balik Finetrus terjadi saat mereka memutuskan go digital lewat Shopee di tahun 2019. Sandi menyadari kalau perilaku belanja sudah berubah. Dengan bergabung di Shopee Mall, tingkat kepercayaan konsumen langsung melejit.
Tak tanggung-tanggung, fitur Shopee Live dan Shopee Video jadi senjata rahasia Finetrus untuk clapping back keraguan pembeli. Lewat siaran langsung, mereka bisa menunjukkan tekstur bahan micro tencel yang silky dan warna asli produk secara real-time. Hasilnya? Pada puncak promo 12.12 tahun lalu, pesanan mereka meledak hingga 4 kali lipat dari hari biasa.
Memasuki awal tahun 2026, Finetrus nggak mau kasih kendor. Mengusung tren back from holiday, mereka meluncurkan koleksi premium yang lebih modern, termasuk inovasi sprei anti-geser yang jadi jawaban buat kaum rebahan yang nggak mau ribet merapikan kasur.
Tak puas hanya masuk ke kamar tidur rumah tangga, Sandi membocorkan rencananya untuk berekspansi ke segmen business-to-business (B2B). Targetnya? Menjadi penyedia perlengkapan tidur untuk hotel dan apartemen di seluruh Indonesia.
”Shopee bukan sekadar platform, tapi mitra tumbuh. Kami ingin membuktikan kalau produk lokal punya kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional,” tutup Sandi.






