BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka diterima Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Senin (13/10/2025). Dalam pertemuan itu, Agus Jabo mengajak Tani Merdeka berkolaborasi mengentaskan kemiskinan, khususnya bagi para petani Indonesia.
“Kemensos tahu kita tidak bisa sendirian mengentaskan kemiskinan. Maka kita kolaborasi dengan pihak-pihak di luar Kemensos,” kata Agus Jabo. dikutip dari laman resmi Kemensos, Selasa (14/10/2025)
Ia menjelaskan bahwa ke depan program Kemensos akan berubah dari jaminan dan perlindungan sosial menjadi pemberdayaan. Pergeseran program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menginginkan masyarakat ke depan lebih mandiri, berdaya, dan tidak bergantung pada bantuan sosial.
“Di program kemandirian ini, Kemensos tidak bisa sendiri, maka kita kolaborasi salah satunya dengan swasta,” katanya.
Agus Jabo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menargetkan tingkat kemiskinan pada tahun 2029 berada di bawah 5 persen. Karena itu, instrumen dan program perlu diubah. Perubahan instrumen tersebut terlihat dari dibentuknya Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.
“Kalau Tani Merdeka bisa terlibat dalam program pemberdayaan, kita jalan bareng,” katanya.
Jabo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menargetkan tingkat kemiskinan pada tahun 2029 berada di bawah 5 persen. Karena itu, instrumen dan program perlu diubah. Perubahan instrumen tersebut terlihat dari dibentuknya Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.
“Logika statistik, buruh tani bisa intervensi, kemiskinan bisa turun,” katanya.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum DPN Tani Merdeka, Don Muzakir, menyampaikan bahwa Tani Merdeka memiliki berbagai program untuk mendukung para petani Indonesia, antara lain advokasi, pembinaan, dan pendampingan.
“Buruh tani adalah masyarakat yang gajinya tak tentu. Kita mau perjuangakan agar buruh tani memiliki standar Upah Minimum Regional (UMR),” katanya.
Tak hanya itu, ia menuturkan bahwa Tani Merdeka turut mengawasi proses jual beli alat dan mesin pertanian (Alsintan), termasuk memastikan bantuan Alsintan dari pemerintah disalurkan dengan tepat sasaran.
“Kadang-kadang dijual. Jangan sampai masyarakat tiap tahun minta bantuan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Tani Merdeka turut memantau permasalahan pupuk di lapangan serta membina masyarakat rentan di pedesaan. Pembinaan tersebut dilakukan melalui program tumpang sari jagung dan cabai di wilayah-wilayah miskin.
“Kami siap melakukan kerja sama dengan Kemensos,” katanya. (SYA)








