Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Populer

Pemda diminta Wamensos lebih proaktif dalam akselerasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

×

Pemda diminta Wamensos lebih proaktif dalam akselerasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

Sebarkan artikel ini
Wamensos minta Pemda proaktif percepat pembangunan Sekolah Rakyat. (FOTO: dok. Lampiran Kemensos)

BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meminta pemerintah daerah untuk lebih pro aktif bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen di masing-masing wilayah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, dan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/10/2025). Audiensi tersebut juga dihadiri oleh Kepala Biro Umum Salahuddin Yahya beserta jajaran Staf Khusus Menteri.

Agus Jabo menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah, khususnya dalam mempercepat proses administrasi, agar program Sekolah Rakyat dapat terealisasi sesuai target pemerintah. “Pemerintah daerah harus aktif bersinergi dengan pemerintah pusat agar programnya dapat, enggak ketinggalan,” ujar Agus Jabo. dikutip dari laman resmi Kemensos pada hari kamis (9/10/2025)

Dalam pertemuan tersebut, Vasko melaporkan bahwa dua Sekolah Rakyat Rintisan di Sumatera Barat, yakni SRMP 4 dan SRMP 5, akan segera ditingkatkan statusnya menjadi Sekolah Rakyat permanen. Namun, proses tersebut masih terkendala pada urusan administrasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Sementara itu, Bupati Dharmasraya menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk dua Sekolah Rakyat yang diusulkan menjadi lokasi Sekolah Rakyat permanen, mengingat di Kota Padang masih terdapat kendala dalam ketersediaan lahan.

Menanggapi hal tersebut, Agus Jabo meminta agar surat pengajuan resmi terkait pengalihan lahan segera dibuat, yang nantinya akan langsung disampaikan oleh Kementerian Sosial kepada Kementerian PU. “Silakan langsung dibuat suratnya, nanti kami lagsung tindak lanjuti,” tegas Agus Jabo.

Sementara itu, Bupati Pemalang menyampaikan kesiapan daerahnya yang telah menyiapkan lahan seluas 9 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat, meskipun belum tercantum dalam daftar 165 sekolah rintisan pada tahap awal. Menanggapi hal tersebut, Wamensos menegaskan bahwa Kementerian Sosial tetap membuka peluang bagi daerah-daerah baru yang siap berpartisipasi dalam program tersebut.

“Ini sudah di luar batas 165 yang telah beroperasi, tapi kita tetap membuka peluang, karena Presiden juga menargetkan 500 Sekolah Rakyat,” kata Agus Jabo.

Agus Jabo juga menegaskan bahwa keberhasilan program Sekolah Rakyat tidak dapat dicapai hanya oleh Kementerian Sosial semata. “Sekolah Rakyat ini Satgas, kita tidak sendiri. Lahannya PU, kurikulumnya Dikdasmen, kita melibatkan semua pihak,” jelasnya.

Selain membahas program Sekolah Rakyat, Wamensos juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat gerakan graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sebagaimana yang telah dilakukan oleh Kabupaten Brebes yang berhasil meluluskan 2.000 KPM dari status penerima bantuan sosial. “Kita bareng-bareng dalam mengentaskan kemiskinan, ya,” ujar Agus Jabo menutup pertemuan. (SYA)


Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: