Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Trend

3 Kontroversi Gelar Doktor Bahlil di Universitas Indonesia

×

3 Kontroversi Gelar Doktor Bahlil di Universitas Indonesia

Sebarkan artikel ini

BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA- Gelar doktor yang berhasil diraih Bahlil Lahadalia terus menuai kontroversi.

Termasuk disertasinya yang membahas Hilirisasi Nikel dengan mengambil objek di 2 wilayah di Indonesia.

Di media sosial X, sejumlah kritik pun dilayangkan atas disertasi Bahlil yang berjudul ‘Kebihajan Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia.

Bahkan Guru Besar Ilmu Sosial dari Universitas Teknologi Nanyang, Singapura juga turut menyoroti disertasi Bahlil Lahadalia yang menurutnya tidak nyambung.

Dan baru-baru ini beredar pula file metadata disertasi Bahlil Lahadalia yang menunjukkan nama penulis lain.

Dan berikut ini 3 kontroversi disertasi Bahlil Lahadalia yang dirangkum tim redaksi.

1. Dinilai Tidak Nyambung oleh Guru Besar Universitas Teknologi Nanyang, Singapura

Sidang terbuka Bahlil Lahadalia yang membahas disertasinya membuat salah seorang Guru Besar Universitas Teknologi Nanyang Singapura turut mengomentari.

Dalam cuitannya lewat akun X @sociotalker, Joel Picard mengatakan pertanyaan penelitian yang diungkap Bahlil Lahadalia sudah problematik.

“Dari pertanyaan penelitian aja sudah problematik, metode dan kerangka teori nggak nyambung, mana datanya minum, analisis melompat-lompat kayak loompa, kesimpulan ujug-ujung,” tulisnya pada 16 Oktober 2024.

2. File Metadata Tunjukkan Nama Penulis Lain

Baru-baru ini beredar dokumen PDF yang diduga merupakan disertasi Bahlil Lahadalia di media sosial X.

Dari dokumen yang beredar, ditemukan fakta mengejutkan dari file metadata disertasi Bahlil Lahadalia tersebut.

Nama Alvian Cendy Yustian muncul sebagai author pada file metadata dokumen disertasi Bahlil Lahadalia tersebut.

“Di dalam metadata ada nama selain dia sebagai penulis,” cuit akun X @ZakkiAmali

Hal ini menimbulkan dugaan di kalangan netizen terkait joki dalam pembuatan disertasi tersebut.

Kedati demikian, baik Bahlil maupun Universitas Indonesia belum memberikan keterangan terakit isu tersebut.

3. Menggunakan iLovePdf

Satu hal yang juga disoroti netizen yakni penggunaan aplikasi web untuk mengedit PDF online bernama iLovePdf.

ILovePdf merupakan aplikasi web yang menawarkan fitur edit pdf secara online.

Namun perlu diketahui bahwa dengan mengedit melalui website online rawan dalam kebocoran isi dokumen. (*)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: