Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Populis

Sekedar Kado Opini Untuk HARDIKNAS 2025

×

Sekedar Kado Opini Untuk HARDIKNAS 2025

Sebarkan artikel ini
• Hanafi, S.Pd.I : Pengajar di MTs. Al-Hasan dan Penggiat Literasi Anggota “ TBM Somber Elmo “ Kampung Sumber Gedugan Giligenting Sumenep. (FOTO: IST)

Oleh: Hanafi, S.Pd.I
Pengajar di MTs. Al-Hasan dan Penggiat Literasi Anggota “TBM Somber Elmo“ Kampung Sumber Gedugan Giligenting Sumenep

Sebuah target tanpa rencana hanyalah keinginan. Semua keberhasilan yang berguna, besar atau kecil, memiliki tahap-tahap suka dan dukanya sendiri: sebuah permulaan, perjuangan, dan kemenangan.
–Mahatma Ghandi –

BERITAPOPULER.CO.ID., – Setiap tanggal 2 Mei tiap tahun kita sebagai bangsa yang terdidik selalu memperingati hari lahirnya Pendidikan Nasional yang dengan bangga dan tetap bersyukur atas dinobatkannya Bapak Pendidikan kita adalah Ki Hajar Dewantara. Beliau merupakan salah seorang tokoh nasional yang telah banyak berjasa dalam  memperjuangkan kemerdekaan secara utuh lewat dunia pendidikan.

Pada tahun ini lewat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, mengusung tema Hardiknas adalah “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Dengan tema ini ada harapan besar agar seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali, ikut berkontribusi dalam menciptakan pendidikan yang adil, inklusif dan berkualitas di seluruh pelosok negeri. Bapak Mendikdasmen menginginkan dalam acara yang sangat berarti ini agar kedepannya dunia pendidikan khususnya lebih maju, berkualitas dan berkeadilan serta berkeberadaban.

Adapun makna Hari Pendidikan Nasional tidak hanya sekadar peringatan kelahiran Ki Hajar Dewantara, dan hanya sebatas melaksanakan upacara serta kegiatan di lembaga dan instansi, tetapi juga sebagai momentum untuk merefleksikan dan memperkuat komitmen terhadap pentingnya pendidikan dalam membangun bangsa yang maju dan berdaya saing dalam menghadapi berbagai macam tantangan informasi dan teknologi di era digital. Peringatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme, serta mendorong partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan. 

Dengan peringatan Hardiknas mengingatkan kita bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam mencapai kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Dengan pendidikan kita menjadi generasi yang terdidik dan selalu update terhadap perkembangan zaman global. Dengan pendidikan kita akan tetap mewujudkan cita-cita bangsa yang berkemajuan dan menjadi pribadi yang amanah, jujur, adil dan sesuai dengan  amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Cita-cita dan harapan ini tidak boleh kita abaikan, walau hanya sebatas momen tahunan, yang lebih penting kita tetap menghargai dan menghormati Bapak Pendidikan Nasional kita yaitu Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor tegaknya nilai-nilai bangsa sehingga menjadi negara yang adil, makmur dan sejahtera.

Peringatan ini pula sebagai  bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengorbanan guru dalam mencerdaskan generasi muda. Mengapresiasi jasa para guru dan pendidik kita atas segala upayanya tanpa mengenal payah dan memandang entah di upah berapa mereka, tetap semangat menjadi contoh yang baik dalam membimbing, membina dan mendidiknya.

Sebagai pendidik terus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, baik dalam hal kurikulum, metode pembelajaran, maupun infrastruktur pendidikan. Memberikan peluang dan ruang kepada anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, sosial, agama, budaya atau geografis. 

Sungguh tugas yang sangat mulia, bagi semua para pendidik kita, wajar dan pantas apabila di hari Pendidikan Nasional ini diberikan reward khusus dari pemerintah bisa berupa peningkatan kesejahteraannya atau diberi jabatan khusus bagi mereka yang berprestasi.

Mengacu pada tema Hardiknas sangat cocok dengan kondisi saat ini, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan tema khusus untuk memperingati Hardiknas Pada tahun 2025,  yaitu “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Dimana wacana yang selalu muncul dalam dunia pendidikan hanya fokus pada momen saat terjadinya pergantian Menteri Pendidikan pasti berganti pula kurikulumnya. Bagi kita melihat secara sadar dimana dunia Pendidikan tidak hanya sekedar merujuk pada sistem pemberlakuan dan penerapan kurikulum saja. Dunia pendidikan adalah menyangkut ranah konsep dan metode serta penerapan dalam mengimplimentasikan ilmu baik di lingkungan sekolah itu sendiri, keluarga, masyarakat serta dalam tatanan pemerintahan yang sesuai dengan konsep yang telah di lahirkan oleh Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara, ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, yang artinya “di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”. Maka semboyan inilah yang harus tertanam dalam jiwa anak didik kita agar menjadi generasi yang bermanfaat untuk semuanya.

Melalui Hardiknas ini, kita tergugah semua untuk berkontribusi dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas, demi masa depan yang lebih maju dan berkarakter. Menjadi generasi yang mampu membaca keadaan serta mampu menghadapi tantangan dalam dunia teknologi yang semakin canggih.

Buang rasa malas untuk berjuang demi tegaknya dan kokohnya perjuangan Ki Hajar Dewantara. Satukan terus tekad untuk menjadi manusia yang bermanfaat dan selalu memberikan keteladanan. Dengan menghormati dan memperjuangkan serta tidak menjadikan kita mencoreng nama baik negeri ini dengan sikap dan tindakan yang kurang terpuji, maka kita telah mempersembahkan kado yang terbaik untuk beliau.

Beliau akan bangga dan tersenyum saat kita diberi amanah menjadi seorang pemimpin atau menjadi pimpinan di negeri ini penuh dengan rasa tanggung jawab dan tidak menghianati sumpahnya saat di lantik. Tidak melakukan kecurangan, jujur, amanah dan transparan.  Hasil dari momen memperingati Hari Pendidikan Nasional menjadi tidak sia-sia dan ada manfaat yang penuh dengan kesadaran tinggi.

Tantangan Pendidikan di Masa Depan

Perlu diingat dan diwaspadai oleh kita semua, baik sebagai tenaga pendidik maupun sebagai orang tua dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat masif, atau yang biasa disebut sebagai era digital, sambil terus menegaskan pendidikan sebagai sumber utama kemajuan peradaban manusia, bangsa ini juga mesti secara sungguh memastikan dan menjadikan pendidikan sebagai kompas yang adaptif dan relevan dalam menuntun kehidupan bangsa di jalur yang tepat, jangan sampai kita lengah dan terbawa arus kehidupan yang serba canggih ini sehingga banyak kasus yang terjadi, seperti berita hoax, saling membenci dan menghina kelompok lain, serta marak film porno di dunia maya yang gampang diakses oleh generasi muda.

Bagi guru dan tenaga pendidik serta masyarakat harus berkontribusi dalam mensukseskan pendidikan ditanah air ini, lembaga pendidikan dalam menghadapi persoalan kejahatan di dunia digital juga dapat dilakukan dalam bentuk meningkatkan literasi digital kepada peserta didik. Literasi digital ini harus mulai ditanamkan sejak ditingkat pendidikan dasar melihat kenyataan bahwa kebanyakan generasi yang lahir di abad ke-21 sudah menggunakan handphone, smartphone, dan perangkat teknologi informasi lainnya. Literasi digital ini dapat dijalankan, misalnya, dengan mengajarkan kepada peserta didik agar ketika mereka menemukan informasi-informasi yang bernada sensitif dan provokatif dan mengarah pada kejahatan di dunia digital, maka mereka tidak boleh langsung mencerna informasi tesebut, serta mengsharenya kepada orang lain, tetapi perlu meragukannya atau menanyakan kepada guru mereka atau orang yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan tentang kebenaran dari informasi itu. Memberikan batasan bagi orang tua kepada anak-anaknya dalam penggunaan handphone agar mereka tidak candu gadget sehingga tetap fokus belajar dalam mempersiapkan masa depannya menjadi manusia yang berpendidikan.

Tak ada usaha yang sia-sia bagi kita dalam menjaga dan melanjutkan warisan perjuangan Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional agar nantinya menjadi generasi emas, bukan generasi cemas. Mari bangkit semua untuk belajar dan membenahi diri agar kasus-kasus yang terjadi di negeri ini dapat diminimalisir dan diatasi dengan kesadaran diri. Eksistensi diri masing-masing kita akan menciptakan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat di segala bidang  dan menjadikan negeri ini sesuai dengan harapan bersama. 

Tentu dengan kesadaran yang tinggi, Dimana keberhasilan dari semua bidang yang ada di dunia ini bersumber pada pola dan pengasuhan Pendidikan yang baik dan benar pula. Seperti yang disampaiakan oleh Mahatma Ghandi, bahwa  “semua keberhasilan yang berguna memiliki sebuah permulaan, perjuangan dan kemenangan”. ( Annie Brock dan Heather Hundley: 2016).

Mari kita rubah pola pikir dari yang tidak bermanfaat dan merugikan orang banyak menjadi orang yang berguna dan bermanfaat  untuk semunya. Jangan kotori negeri ini dengan sifat ketamakannya dan kerakusan serta ambisiusnya ketika diberi amanah dan wewenang tidak mampu menjalankannya sesuai dengan harapan rakyat Indonesia.

Selamat Hari Pendidikan Nasional! Semangat terus anak-anakku, generasiku bangun masa depan dengan berbagai prestasi dan semangat belajar sejak dini untuk mencapai cita-cita terwujudnya Indonesia emas!.

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: