Scroll untuk baca artikel
Ads Beritapopuler.co.id 325x300
Trend

Diduga Intel Nyamar dan Provokasi Demo Indonesia Gelap: Lempar Molotov, Dihajar dan Dipisah Ibu-Ibu Pedagang Madura

×

Diduga Intel Nyamar dan Provokasi Demo Indonesia Gelap: Lempar Molotov, Dihajar dan Dipisah Ibu-Ibu Pedagang Madura

Sebarkan artikel ini

BERITAPOPULER.CO.ID, JAKARTA– Aksi Indonesia Gelap di Patung Kuda Jakarta, ricuh. Sekitar pukul 19.00 WIB, ada dua bom molotov yang dilemparkan massa ke arah polisi yang berjaga, Jumat (21/2/2025) malam.

Diduga, massa aksi melempari polisi dengan bom molotov dan menembakkan petasan itu merupakan intel yang menyamar untuk memprovokasi massa aksi. Terduga intel itu dikejar dan berhasil ditangkap dan dihajar. 

Kemudian massa aksi dibubarkan oleh ibu-ibu pedagang Madura yang meminta mereka tenang dan tak menambah kerusuhan.

Dilansir dari ERA.ID aksi tersebut berakhir dengan pembacaan sikap oleh orator sekitar pukul 18.50 WIB. Namun, di tengah-tengah pembacaan itu, massa teralihkan dengan suara letupan di depan pagar beton dan asap yang mulai membumbung.

Sementara pihak kepolisian mengimbau massa tidak melempari bom molotov dan menginstruksikan pada petugas jaga agar menahan diri tidak terpancing provokasi.

“Hati-hati provokator yang melakukan melakukan pelemparan,” kata polisi di atas mobil, Jumat (21/2). 

Orator pun meminta para peserta tenang dan tak terprovokasi, lalu mengajak mereka menyanyikan lagu “Indonesia Raya”.

Selepas menyanyikan lagu nasional itu, pembacaan sikap dilanjutkan, lalu massa aksi mulai bubar menuju Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai titik kumpul.

Namun, tampak sebagian orang mengejar seorang lelaki bertopi hingga masuk ke dalam gang tempat banyak warung Madura berdiri. Mereka meneriakinya sebagai intel dan memaki-makinya.

Terduga intel sempat tertangkap, dibanting, lalu dipukuli beberapa kali oleh sebagian massa aksi. Dia berhasil melepaskan diri dan lari terbirit-birit hingga bebas dari kejaran.

Diketahui, demo “Indonesia Gelap” berlangsung serentak di banyak kota di Indonesia sejak Kamis (20/2/2025) kemarin, di tengah pelantikan kepala daerah serentak di Istana Negara.

Beberapa tuntutan massa aksi antara lain evaluasi kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG), efisiensi anggaran tak tepat sasaran, perampingan kabinet gemuk, kesejahteraan dosen dan guru, hingga rancangan revisi undang-undang bermasalah seperti UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI yang membuka keran multifungsi tentara di masa depan.

Hingga berita ini ditulis, massa masih bertahan di lokasi dan tidak mundur. Sementara polisi belum mengambil langkah pukul mundur pedemo. (*)

Dapatkan berita terupdate beritapopuler.co.id di: